Purbakala Nasional: Jaga Sejarah, Lindungi Jati Diri

  • 13 Jun 2025 15:37 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Setiap tanggal 14 Juni, Indonesia memperingati Hari Purbakala Nasional. Momen ini bukan sekadar penanda kalender, melainkan seruan untuk menyadari betapa krusialnya upaya menjaga dan melestarikan benda-benda bersejarah. Tanggal ini dipilih untuk mengenang berdirinya Oudheidkundige Dienst atau Dinas Purbakala pada 14 Juni 1913 oleh Pemerintah Hindia Belanda, yang kemudian menjadi cikal bakal lembaga arkeologi resmi di Tanah Air.

Di tengah hiruk pikuk modernitas, nilai-nilai masa lalu seringkali terabaikan. Namun, bagi para pegiat sejarah, setiap artefak menyimpan sejuta cerita yang tak ternilai harganya. Salah satu tokoh pencinta dan pelestari barang kuno di Palembang, Surya Negara, menekankan urgensi edukasi kepada generasi muda tentang makna di balik jejak-jejak masa lalu ini.

"Barang-barang lama bahkan bernilai sejarah wajib kita jaga, agar dapat menjadi nilai pendidikan dan wawasan bagi generasi mendatang," ujarnya.

Surya menambahkan, pandangan masyarakat seringkali terbatas pada materi atau estetika semata. Padahal, jauh di lubuknya, setiap benda kuno adalah cerminan identitas bangsa.

"Banyak dari kita masih memandang barang kuno hanya dari sisi materi atau estetika. Padahal, setiap artefak menyimpan cerita dan identitas bangsa. Menjaga mereka berarti menjaga jati diri kita sendiri," tegasnya, penuh makna.

Tak hanya dari kalangan akademisi dan pegiat, suara pelestarian juga menggema dari komunitas yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan tanah. Komunitas metal detector, yang kerap menemukan benda bersejarah di lapangan, turut menyuarakan pandangan mereka. Arya, admin Komunitas Petualang Metal Detektor Indonesia (PMDI), menyerukan pentingnya kolaborasi erat antara komunitasnya dengan instansi kebudayaan terkait. Tujuannya agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam ranah pelestarian benda bersejarah.

"Kami bukan pemburu harta karun. Kami ingin menjadi bagian dari pelestarian," kata Arya, Jumat (13/06/2025).

"Harapan kami, ada aturan yang jelas agar setiap temuan bisa langsung dilaporkan dan diamankan, komunitas kami siap berkolaborasi. Kami pun ikut menjaga setiap temuan yang didapat dari tempat-tempat baru yang tidak termasuk dalam data dan peta kawasan cagar budaya," tambahnya.

Hari Purbakala Nasional menjadi pengingat bahwa pelestarian sejarah bukanlah monopoli arkeolog atau pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan pun telah mengimbau agar masyarakat proaktif melaporkan setiap temuan benda kuno kepada Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK), Museum, atau instansi terkait setempat. Langkah ini demi perlindungan, pendidikan, dan penelitian lebih lanjut atas warisan adiluhung bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....