Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Transformasi Digital
- 06 Jul 2026 13:30 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Stafsus Presiden menegaskan arahan Presiden Prabowo untuk menjadikan UMKM sebagai pilar utama ekonomi yang mandiri dan berdaya saing melalui penguasaan teknologi digital
- Transformasi digital bukan lagi pilihan melainkan keharusan bagi UMKM untuk naik kelas dan bersaing di tingkat nasional dan global, dengan target menciptakan 100.000 pemimpin ekonomi muda.
- Hambatan akses modal dan pembiayaan masih menjadi tantangan utama UMKM, sehingga pemerintah memberikan akses perbankan dan fasilitas AI untuk memperkuat pemasaran digital mereka.
RRI.CO.ID, Palembang - Visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi kerakyatan kini mulai diterjemahkan ke dalam aksi nyata di daerah. Melalui ajang Sultan Muda Fair 2026 di Palembang, pemerintah pusat menegaskan bahwa masa depan ekonomi Indonesia akan sangat bergantung pada kemampuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam beradaptasi dengan teknologi digital.
Transformasi ini dipandang bukan lagi sebagai pilihan, melainkan keharusan bagi UMKM untuk bisa "naik kelas" dan bersaing di kancah nasional maupun global. Kehadiran ribuan anak muda yang terdaftar dalam gerakan "Sultan Muda" menjadi sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi di Sumatera Selatan.
Mewakili Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, Deputi Staf Khusus Presiden, Yopy Agung Prabowo, menekankan pentingnya sinergi kolektif untuk mendukung arahan Presiden. "Presiden Prabowo memberikan arahan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia harus bertumpu pada kekuatan rakyat. Salah satu kekuatan terbesar itu adalah UMKM yang tumbuh, naik kelas, dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai pengungkit kemajuan," ujar Yopy usai pembukaan Sultan Muda Fair 2026 di Gedung OJK Regional VII Sumbagsel, Senin, 6 Juli 2026.
Bagi pemerintah, gerakan ini bukan sekadar mengejar angka registrasi, melainkan mencetak pemimpin ekonomi baru. Yopy meyakini bahwa antusiasme di Palembang akan menjadi pemantik bagi lahirnya inovator-inovator muda lainnya. "Kami optimistis, jika semangat seperti yang kita lihat hari ini terus dijaga, maka bukan hanya akan lahir 100.000 Sultan Muda, tetapi juga 100.000 inovator, 100.000 pencipta lapangan kerja, dan 100.000 pemimpin ekonomi masa depan Indonesia," tegasnya optimis.
Sejalan dengan visi pusat, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menginginkan agar gaung digitalisasi ini tidak hanya berhenti di tingkat kota besar. Ia mendorong agar literasi digital bagi UMKM bisa merambah hingga ke pelosok daerah untuk menciptakan pemerataan.
"Salah satu upaya kita untuk menaikkan kelas UMKM itu kan harus paham digital toh. Nah, inilah acara-acara seperti ini kita ingin resonansinya bukan hanya di dalam gedung ini saja, tapi sampai ke pinggiran kota sampai ke desa-desa," ungkap Herman Deru mengenai target jangkauan program tersebut.
Namun, transformasi digital saja tidak cukup tanpa didukung oleh kemudahan akses modal. Kepala OJK Regional VII, Arifin Susanto, menggarisbawahi bahwa hambatan klasik seperti pembiayaan masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
"Salah satu tantangan utama yang masih dihadapi pelaku UMKM adalah keterbatasan akses terhadap pembiayaan serta pemanfaatan teknologi digital," jelas Arifin.
Sebagai langkah nyata, para peserta pun diberikan akses pembiayaan perbankan serta fasilitas teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat strategi pemasaran mereka
Dengan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan OJK, Kementerian Komdigi, hingga platform teknologi seperti Canva, program Sultan Muda diharapkan menjadi ekosistem yang berkelanjutan. Kini, dengan lebih dari sepuluh ribu pemuda yang telah bergabung, Sumatera Selatan tengah bersiap menjadi episentrum baru bagi pertumbuhan ekonomi rakyat yang berbasis teknologi digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....