Perjuangan Srikandi Shop Bertahan di tengah Pandemi
- 23 Feb 2026 21:55 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang — Perjuangan membangun UMKM di Palembang tidak selalu berjalan mulus. Hal itu diceritakan langsung oleh Indah Wulan Sari, Owner Srikandi Shop Palembang dalam program Teras UMKM pada Jumat, 20 Februari 2026.
Usaha ini ia mulai secara tidak sengaja saat masih berkuliah pada tahun 2016. Indah awalnya hanya membawa bekal dari rumah dan membagikan kepada teman kampus.
“Ternyata mereka cocok dengan rasanya dan minta dibuatkan lagi,” ujar Indah. Dari situlah ia mulai menerima pesanan kecil-kecilan.
Nama Srikandi sendiri baru digunakan pada 2018 setelah ia lulus kuliah. Nama itu terinspirasi dari film tentang tiga atlet panahan perempuan Indonesia berjudul Srikandi.
“Aku ambil nama Srikandi sebagai simbol perjuangan perempuan, karena aku tiga bersaudara dan perempuan semua juga” ungkapnya. Ia ingin usahanya mencerminkan semangat dan ketangguhan wanita.
Pada awal merintis, produk yang dijual berupa pempek dan martabak. Seiring waktu, ia menambah varian roti, ximilu, bolu putu, bolu marmer, dan aneka puding.
Indah juga mengungkapkan tantangan terberat dalam usahanya datang saat pandemi Covid-19 pada 2020. Indah sempat membuka tenan di Kambang Iwak selama hampir tiga tahun dengan berbagai kendala cuaca dan pembatasan aktivitas.
“Di masa Covid itu benar-benar titik terendah,” ujarnya. Ia mengaku sering menghadapi kendala cuaca seperti hujan dan panas, hingga perlengkapan jualan yang rusak ditabrak oleh mobil yang tak dikenal.
Meski begitu, ia tetap berani mempekerjakan kerabat dan teman yang terdampak PHK. Keputusan tersebut diambil dengan keyakinan dan doa bahwa mungkin ini adalah rezeki yang Tuhan titipkan lewat perantara tangannya. “Modalnya waktu itu cuma bismillah dan keyakinan,” ungkapnya.
Dalam menjaga pelanggan, Indah mengutamakan kualitas dan ketepatan waktu pengiriman. Ia bahkan pernah menolak pesanan saat momen ramai jika khawatir kualitas menurun.
“Daripada serakah terima orderan tapi hasilnya mengecewakan pelanggan, lebih baik jaga kualitas,” tegasnya. Ia menilai kepuasan pelanggan adalah investasi jangka panjang.
Strategi pemasaran dilakukan melalui Instagram, TikTok, dan promosi dari mulut ke mulut. Logo dengan foto dirinya juga menjadi identitas yang mudah dikenali pelanggan.
Menurutnya, makna manisnya perjuangan adalah saat pelanggan merasa puas dan kembali memesan. Ia optimistis dengan konsistensi kualitas produknya, dan mereknya dapat bertahan di tengah persaingan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....