Kampung Sunan, Sentra Sulam Angkinan Palembang

  • 18 Jul 2025 18:04 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Selama ini, Palembang dikenal luas lewat kemegahan kain songketnya yang penuh motif dan filosofi. Namun, tak banyak yang tahu bahwa kota ini juga memiliki warisan tekstil lain yang tak kalah berharga, yaitu sulam angkinan. Sulam angkinan adalah sebuah seni sulam khas yang telah ada sejak lama.

Sulam angkinan merupakan kerajinan tradisional yang lahir dari tanah Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang. Sulaman ini memiliki ciri khas benang emas yang berpadu dengan warna-warna cerah dan umumnya diaplikasikan pada busana adat serta aneka produk kain khas lainnya. Uniknya, sulam ini dibuat di atas kain beludru dan diperkaya dengan hiasan payet, menjadikannya tampak mewah dan artistik.

Apriyunah, seorang pengrajin sekaligus pemilik brand Sulam Angkinan, dalam program Santai Siang edisi UMKM, Selasa (15/7/2025), menceritakan bahwa keterampilannya ini diwariskan secara turun-temurun dalam keluarganya.

“Sulam angkinan ini sudah ada sejak tahun 1970-an, dari zaman nenek saya. Meski kurang populer dibanding songket, saya merasa terpanggil untuk tetap merawatnya,” ujarnya.

Saat ini, sulam angkinan telah memiliki 15 motif, termasuk empat yang paling dikenal, seperti motif biji pala, papan, angso belago, dan singkok jala.

“Sebagian motif merupakan hasil kreasi saya sendiri. Saya ingin angkinan bisa diterima generasi muda, jadi tampilannya harus mengikuti tren masa kini,” tambahnya.

Untuk menyegarkan tampilan angkinan, Ayu—sapaan akrab Apriyunah—menggandeng dua desainer lokal, Cek Yuli dan Cek Fatimah. Lewat kolaborasi ini, sulam angkinan kini tampil lebih modern, salah satunya dalam bentuk tas fashion kekinian.

“Dulu angkinan terlihat jadul, sekarang kami kombinasikan jadi produk seperti tas-tas modis ini,” katanya sambil menunjukkan tas berwarna biru tua dengan sulaman angkinan di bagian depan dan sisi sampingnya.

Upaya Ayu tidak berjalan sendiri. Pemerintah setempat, melalui Camat Kalidoni, memberikan dukungan nyata dengan membentuk Inovasi Kampung Sulam Angkinan atau disingkat Kampung Sunan. Lokasinya berada di Jalan Mayor Zen Lorong Tanjungan, Kelurahan Sungailais, Kecamatan Kalidoni, Palembang. Kampung ini ditetapkan sebagai salah satu kampung kreatif sejak 2022.

Di Kampung Sunan, proses produksi sulam angkinan masih dijalankan secara tradisional. Mulai dari menggambar pola, menyulam, merangkai payet, hingga menjahit, semuanya dikerjakan secara manual.

“Kami punya berbagai produk, seperti taplak meja, sarung bantal, baju pengantin, hiasan dinding, selempang, hingga kipas dan gendik. Motifnya bisa disesuaikan, misalnya motif kuku kelabang, lima jari, kipas lurus, hingga jaring atau sulur-sulur,” jelas Ayu.

Dengan hadirnya Kampung Sunan, harapan besar untuk kebangkitan sulam angkinan kian nyata. Selain menjadi ikon budaya baru Palembang, pelestarian ini juga membuka ruang bagi pemberdayaan ekonomi lokal dan memperkuat keberagaman seni tekstil Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....