Pentingnya Literasi Digital untuk Menghindari Hoaks

  • 11 Mar 2026 05:36 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Literasi digital menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya.

Duta Generasi Digital Intelektual, Senia Apriani, menegaskan, masyarakat perlu memiliki sikap kritis terhadap berbagai informasi yang ditemui di dunia digital. Hal tersebut disampaikannya pada Dialog Literasi Digital di PRO 1 RRI Palembang, Selasa, 3 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat sebaiknya memastikan sumber informasi berasal dari akun resmi atau media yang telah terverifikasi. Hal ini penting dilakukan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.

"Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak terburu-buru membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya. Sebelum menyebarkannya, informasi tersebut sebaiknya diperiksa terlebih dahulu melalui media atau lembaga pers yang terpercaya," tambahnya.

Senia juga menyebutkan bahwa banyak konten di media sosial dibuat hanya untuk menarik perhatian publik. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih teliti agar tidak ikut terjebak dalam penyebaran hoaks.

Ia turut menyoroti munculnya fenomena cancel culture di ruang digital. Menurutnya, istilah tersebut masih belum sepenuhnya dipahami oleh sebagian masyarakat di Indonesia.

Cancel culture sendiri sering diartikan sebagai bentuk penolakan atau penghakiman terhadap seseorang yang dilakukan secara terbuka di ruang publik. Fenomena ini muncul karena semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap isu moral di lingkungan digital.

Rekomendasi Berita