Melaksanakan Tolong-Menolong dalam Kebajikan dan Takwa
- 17 Feb 2026 16:23 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang – Umat Islam diajak untuk memahami makna jihad secara lebih luas dan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disampaikan Ustaz H Orbit Rupawan dalam kajian kitab Riyadhus Shalihin Bab 21 tentang Tolong-Menolong dalam Kebajikan dan Takwa, yang disiarkan melalui RRI Palembang, Senin, 9 Februari 2026.
Dalam pemaparannya, Ustaz Orbit menjelaskan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Abdurrahman bin Zaid bin Khalid Al-Juhani RA. Hadis tersebut menerangkan bahwa siapa pun yang menyediakan perbekalan bagi orang yang berjihad di jalan Allah, atau menjaga keluarga yang ditinggalkan, maka ia mendapatkan pahala yang sama seperti orang yang berangkat berperang.
“Hadis ini menegaskan bahwa jihad tidak hanya dimaknai sebagai angkat senjata atau berangkat ke medan perang. Setiap perbuatan yang menyokong perjuangan di jalan Allah, baik dengan harta, tenaga, maupun menjaga amanah, semuanya termasuk jihad,” jelasnya.
Ia menambahkan, seseorang yang tidak memiliki kekuatan fisik atau harta tetap memiliki peran penting, seperti menjaga keamanan dan keselamatan keluarga para pejuang. Peran tersebut dinilai Allah SWT sebagai bagian dari jihad fisabilillah.
Pada hadis kedua, yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, Rasulullah SAW menegaskan bahwa pahala antara orang yang berangkat berperang dan yang tinggal di rumah menjaga keluarga dibagi sama rata. Menurut Ustaz Orbit, hadis ini kembali menekankan pentingnya kerja sama dan saling menopang dalam perjuangan menegakkan agama Allah.
“Islam mengajarkan kolaborasi. Semua kontribusi, baik langsung maupun tidak langsung, dicatat Allah sebagai perjuangan di jalan-Nya,” ujarnya.
Sementara itu, hadis ketiga dari Abu Musa Al-Asy’ari RA menjelaskan tentang keutamaan orang yang mengelola harta zakat, infak, dan sedekah dengan amanah. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa bendahara yang jujur, ikhlas, dan menjalankan tugas sesuai aturan juga mendapatkan pahala sedekah, meski ia tidak mengeluarkan harta pribadi.
Menurut Ustaz Orbit, hadis ini menjadi motivasi bahwa pekerjaan yang dijalankan dengan amanah demi kepentingan umat, agama, dan masyarakat termasuk bagian dari amal kebajikan.
“Orang yang berbuat baik dan orang yang membantu agar kebaikan itu terlaksana, keduanya sama-sama mendapatkan pahala. Inilah hakikat tolong-menolong dalam kebajikan dan takwa,” tuturnya.
Ia menutup kajian dengan menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk merasa tidak mampu berjuang di jalan Allah. Setiap kelebihan yang diberikan Allah SWT baik ilmu, tenaga, harta, maupun amanah dan dapat menjadi modal perjuangan untuk meninggikan kalimat Allah di muka bumi.