Nilmaizar Ungkap Kunci Kemenangan Sumsel United Lawan PSPS
- 12 Jan 2026 21:40 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Kesuksesan Sumsel United bangkit dan membalikkan keadaan saat menaklukkan PSPS Pekanbaru dengan skor dramatis 3-2 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu, 10 Januari 2026, tidak lepas dari kejelian Pelatih Kepala Nilmaizar membaca permainan dan berani mengambil risiko taktik.
Pada laga pekan ke-15 Pegadaian Championship 2025/26 itu, Laskar Juaro sempat berada dalam situasi sulit. Selain tertinggal 1-2 di babak pertama, Sumsel United juga harus bermain dengan 10 pemain setelah kapten tim Rachmad Hidayat menerima kartu kuning kedua pada menit ke-31. PSPS Pekanbaru di bawah arahan Aji Santoso tampil dominan dan mengontrol jalannya laga di paruh pertama.
Namun, alih-alih bermain aman dengan menambah pemain bertahan, Nilmaizar justru mengambil keputusan berani di babak kedua. Pelatih asal Sumatera Barat itu memasukkan striker Kahar Kalu menggantikan Lee Yu Jun yang berposisi sebagai gelandang. Sementara itu, Nathan Fariel Kusuma ditarik keluar dan digantikan Muhammad Syahril Aprizal untuk menambah dinamika di lini tengah.
Perubahan tersebut terbukti efektif. Sumsel United mampu membalikkan alur permainan dan tampil lebih agresif meski kalah jumlah pemain. Kahar Kalu hanya membutuhkan waktu tujuh menit di awal babak kedua untuk mencetak gol penyeimbang 2-2, memanfaatkan umpan matang Muhammad Fatchu Rochman.
Peran pemain pengganti kembali terlihat pada menit akhir laga. Tendangan spekulasi Muhammad Syahril Aprizal membentur pemain bertahan lawan dan berbelok arah menjadi assist bagi Diego Dall’Oca, yang sukses mencetak gol kemenangan pada menit 90+1. Gol tersebut memastikan Sumsel United menutup laga dengan kemenangan 3-2.
Usai pertandingan, Nilmaizar mengakui kemenangan ini tetap menyisakan pekerjaan rumah, terutama dalam aspek mental bertanding yang menyebabkan dua gol bersarang ke gawang Panggih Triatmojo.
“Dua gol itu fatal ya. Karna golnya satu lawan satu. Saya bilang sama pemain saat jeda babak pertama, kayaknya mereka terlalu tegang dan tidak bisa kontrol bola. Harusnya kan bisa bermain dengan sabar dan kontrol bola. Saya juga tidak tahu kenapa. Tapi mereka tadi sudah mengaku salah dan minta maaf,” ungkapnya.
Menurut mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut, kesalahan serupa tidak boleh terulang di laga-laga berikutnya, terutama saat menjalani pertandingan tandang.
“Harus kita perbaiki. Harusnya itu tidak boleh terjadi. Baru saja kita cetak gol, lawan sudah cetak gol lagi. Gak boleh seperti itu. Tapi alhamdulillah, pemain kita memiliki mental pemenang,” ujarnya.
Nilmaizar memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebelum menghadapi Adhyaksa FC Banten pada pekan ke-16, Sabtu (17/1/2026).
“Jadi yang robek akan kita jahit, kita perbaiki bukan diganti. Kita jahit lagi biar lebih bagus, bukan bajunya yang diganti. Saya yakin dengan anak-anak ini, mereka pasti mampu dan bisa lebih baik lagi,” tutupnya.
Berdasarkan statistik pertandingan, duel berlangsung ketat sejak awal. Sumsel United mencatat penguasaan bola 55 persen, dengan lima tembakan tepat sasaran dari delapan percobaan, akurasi umpan 82 persen dari 332 operan, serta tujuh tekel sukses. Sementara PSPS Pekanbaru mencatatkan penguasaan bola 45 persen, tujuh tembakan on target dari 13 percobaan, akurasi umpan 77 persen dari 274 operan, dan 11 tekel sukses.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....