Bung Kus: Soliditas Tim Kunci Antar Persib Juara
- 05 Mei 2025 20:06 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Kisah sukses Persib Bandung menjuarai kompetisi musim ini sungguh memukau. Meski tak bertabur bintang dengan skuad termahal, Pangeran Biru mampu menunjukkan konsistensi luar biasa hingga akhirnya merengkuh trofi juara.
Perjalanan Persib bukannya tanpa rintangan. Badai cedera silih berganti menerpa pemain-pemain kunci seperti Febri Haryadi, David Da Silva, Rezaldi Hehanusa, Dimas Drajad, Dedi Kusnandar, hingga Rahmat Irianto. Namun, kehebatan Persib terletak pada kemampuan mereka untuk tidak terpengaruh secara signifikan. Performa mereka justru relatif lebih stabil dibandingkan tim-tim lain yang secara materi pemain dianggap lebih mentereng, seperti Dewa United atau Bali United.
Pengamat Sepakbola, M Kusnaeni, kunci utama di balik kesuksesan Persib adalah atmosfer tim yang sangat kondusif.
"Tidak hanya bebas dari persoalan gaji pemain, hubungan antarpemain atau antara pemain dan pelatih serta manajemen juga sangat baik," ujarnya saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (5/5/2025).
Lebih lanjut, Kusnaeni menyoroti peran sentral pelatih Bojan Hodak. Pria yang akrab disapa Bung Kus ini memuji kepiawaian sang juru arsitek dalam memaksimalkan potensi anak asuhannya.
"Kualitas kepelatihan Bojan Hodak menjadi kunci keberhasilan lain. Ia mampu memaksimalkan potensi para pemain lapis kedua seperti Kakang Rudianto, Rian Kurnia, Zalnando, atau Robby Darwis ketika pemain utama harus absen karena cedera," jelasnya.
Para pemain pelapis yang mampu tampil solid inilah yang menjadi fondasi konsistensi Persib. Meskipun diakui, kehilangan pemain inti tetap terasa dampaknya terutama saat menghadapi lawan-lawan kuat sesama kandidat juara.
Faktor eksternal juga sedikit menguntungkan Persib musim ini. Inkonsistensi para rival menjadi salah satu elemen pendukung. Persija Jakarta dilanda berbagai masalah internal, sementara Bali United dinilai kurang efektif dalam perekrutan pemain depan. Persebaya Surabaya dianggap memiliki kedalaman skuad yang kurang merata, dan Borneo FC disebut tak memiliki sosok pemimpin yang kuat di lapangan.
Kusnaeni menilai Dewa United menjadi satu-satunya pesaing serius Persib musim ini.
"Sayangnya, Dewa United belum memiliki kematangan dan mental juara yang teruji. Kurangnya dukungan suporter fanatik juga membuat para pemain Dewa United seolah berjuang sendiri di lapangan," katanya.
Meski demikian, Kusnaeni mengingatkan Persib untuk tidak larut dalam euforia gelar juara ini.
"Persib harus segera menyiapkan regenerasi pemain yang baik jika tidak ingin mengalami penurunan prestasi di musim depan," tegasnya.
Kekhawatiran ini cukup beralasan mengingat sebagian besar pemain kunci Persib saat ini sudah berusia di atas 30 tahun, seperti Nick Kuipers, Gustavo Franca, Adam Alis, Ciro Alves, dan beberapa nama lainnya. Dengan jadwal kompetisi dan persaingan yang diprediksi semakin ketat di musim depan, Persib membutuhkan lebih banyak pemain di usia emas (23-28 tahun) untuk mengisi starting eleven mereka. Langkah antisipasi regenerasi ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Persib untuk mempertahankan dominasi mereka di kancah sepakbola nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....