Peringati Hari Mangrup, Pengamat Menilai Kondisinya Memprihatinkan
- 26 Jul 2024 17:13 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Jumat, 26 Juli 2024 diperingati sebagai Hari Mangrove Sedunia 2024, sebuah momen penting yang didirikan oleh UNESCO pada Konferensi Umum tahun 2015. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang vitalnya ekosistem mangrove bagi keberlanjutan kehidupan kita dan planet ini.
Sementara itu untuk di wilayah sumatera selatan sendiri hutan mangrove di sumsel sendiri terbentang dari pantai timur sumatera lampung sampai ke jambi yang luasanya sangat luar biasa.
Dalam dialog "Palembang Pagi Ini", Jumat (26/07/2024) melalui via zoom Pemerhati Lingkungan Sumatera Selatan, Hadenli Ugihan mengatakan jika luasan hutan mangrove yang ada di sumsel sebagian hancur dan rusak dan sudah berlangsung cukup lama yang diakibatkan adanya eksploitasi yang di lakukan oleh manusia.
‘’Kondisi hutan mangrove kita saat ini sangat menghawatirkan dan kerusakann yang terjadi sudah cukup lama akibat eksploitasi tambak udang dan pengambilan hutan kayunya, padahal manfaat mangrove ini sangbat penting sekali untuk pengamanan pantai dari abrasi dan menjadi ekosistem ikan dan udang yang harusnya dapat di jaga, dan kedepan di harapkan lebih diperhatikan,’’ jelasnya.
Eksploitasi yang di lakukan jika dilakukan oleh masyarakat local seperrti tambak udang jika tidak terlalu banyak mungkin tidak terlalu berdampak, namun kondisi saat ini ditambah banyaknya masyarakat pendatang yang membuat kondisinya semakin tidak terkontrol.
‘’Saya rasa kalo hanya masyarakat local, tidak terlalu berpengaruh dengan kerusakan mangrove, namun dengan adanya masyarkat pendatang mengakibatkan semakin rusaknya kondisi hutan mangrove, terutama di daerah kabupaten oki di daerah pantai timur, jika kita lihat secara dekat sudah banyak terbuka semua, namun sebenernya dengan adanya pendekatan yang lebih bijaksana , bisa saja tambak udang itu di atur dengan baik, dan lebih ramah dengan lingkungan," tambahnya.
Secara ekonomis tentu saja ini berdampak kepada masyarakat local, maka dibutuhkan pengaturan yang lebih baik untuk kedepannya. Karena kerusakan mangrove yang ada saat ini lebih besar dibandingkan dengan pemulihan yang dilakukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....