Tradisi Bebehas: Kekayaan Tradisi Gotong Royong di Muara Enim

  • 29 Jun 2024 20:20 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Indonesia, yang dikenal dengan keberagaman seni budaya dan tradisi, menarik minat wisatawan untuk menjelajahi kekayaan budaya negara ini. Selain keramahan masyarakatnya, jiwa kebersamaan dan gotong royong juga menjadi ciri khas bangsa Indonesia sejak zaman nenek moyang. Prinsip "berat sama dipikul, ringan sama dijinjing" telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Salah satu tradisi gotong royong yang kental di Indonesia, khususnya di daerah Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, adalah Tradisi Bebehas. Tradisi ini melibatkan kegiatan bergotong royong untuk mengumpulkan beras. Muara Enim, sebagai kabupaten yang kaya akan sumber daya alam dan tradisi, menjaga keberlangsungan tradisi turun-temurun seperti Tradisi Bebehas yang dilakukan oleh masyarakat pedesaan di sana.

Secara harfiah, bebehas adalah kegiatan mengumpulkan beras, yang sebelumnya berupa padi. Tradisi ini sering dilakukan ketika suatu keluarga mengadakan hajatan, seperti pernikahan. Tradisi Bebehas melibatkan para ibu dan remaja putri yang bergotong royong dengan penuh kekompakan.

Mang Dayat, seorang Pemerhati Tradisi Budaya Sumatera Selatan, menjelaskan pentingnya melestarikan Tradisi Bebehas sebagai simbol kekompakan dalam masyarakat Muara Enim. Menurutnya, tradisi ini mengajarkan nilai saling membantu dan kebersamaan yang harus dijaga agar tetap lestari.

Tradisi Bebehas terdiri dari beberapa tahapan, dimulai dengan memisahkan padi dari tangkainya (Mengirik), kemudian mengisal atau menjemur padi, selanjutnya menumbuk padi menggunakan lesung, dan tahap terakhir adalah membawa hasil panen padi ke tuan rumah yang akan mengadakan Hajat. Tradisi ini menjadi warisan budaya yang kaya dan patut dilestarikan untuk generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....