Mengenal Ragam Permainan Tradisional Sumatera Selatan

  • 11 Jun 2024 09:22 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Permainan tradisional tidak hanya seru, tetapi juga sehat. Sebelum era digital, anak-anak Indonesia sering bermain di luar ruangan, melakukan permainan yang melibatkan aktivitas fisik. Permainan ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga membantu melestarikan budaya dan tradisi lokal.

Dikutip dari Buku Permainan Anak Daerah Sumatera Selatan terbitan Kemdikbud (1985), berikut beberapa permainan rakyat yang biasa dimainkan oleh anak-anak di Sumatera Selatan:

1. Cak Engkleng

Cak engkleng, atau yang lebih dikenal dengan engklek, adalah permainan yang mengharuskan pemainnya melompat dengan satu kaki dari satu kotak ke kotak lainnya. Kotak digambar menggunakan kapur atau arang di atas tanah. Permainan ini dimainkan oleh 2 orang atau lebih secara bergantian. Di luar Indonesia, permainan ini dikenal sebagai "scotch hop."

2. Sumputan

Sumputan adalah permainan petak umpet khas Palembang. Satu orang bertugas mencari teman-temannya yang bersembunyi. Permainan ini melibatkan banyak aktivitas fisik karena pemain harus bergerak untuk bersembunyi atau mencari.

3. Bentengan

Bentengan adalah permainan kelompok yang membutuhkan ketangkasan dan kecepatan berlari. Setiap kelompok harus menyerang benteng lawan sambil menjaga bentengnya sendiri. Pemenangnya adalah kelompok yang berhasil menyentuh benteng lawan tanpa tertangkap.

4. Eker

Eker, atau kelereng, adalah permainan yang melibatkan bola kecil seperti kaca. Pemain harus menyentil kelerengnya untuk mengeluarkan kelereng lawan dari lingkaran. Kelereng yang keluar menjadi milik pemain yang menyentil.

5. Main Yeye

Yeye adalah permainan lompat tali yang terbuat dari karet gelang. Permainan ini membutuhkan tiga pemain atau lebih. Dua orang memegang tali, sementara satu atau lebih pemain melompati tali tersebut. Jika pemain menyentuh tali, mereka kalah dan bergantian memegang tali.

6. Bola Bekel

Bola bekel menggunakan bola karet kecil dan biji bekel. Permainan ini memiliki beberapa tahap, mulai dari mengambil satu biji bekel hingga enam biji. Pemenang adalah pemain yang berhasil menyelesaikan semua tahap terlebih dahulu.

7. Gobak Sodor

Gobak sodor dimainkan di arena persegi panjang yang dibagi menjadi beberapa kotak. Dua kelompok bergantian berjaga di atas garis, mencegah lawan melewati garis. Jika kelompok yang berjaga menyentuh anggota kelompok lawan, kelompok lawan kalah.

8. Sambung Kaki

Sambung kaki, atau egrang, adalah permainan menggunakan dua bilah bambu panjang dengan tatakan untuk berdiri. Pemain berjalan dengan menaiki bilah bambu tersebut, membutuhkan keterampilan menjaga keseimbangan tubuh.

9. Tenggoh-Tenggohan

Tenggoh-tenggohan, atau tebak-tebakan, dimainkan oleh minimal 10 orang yang dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok memegang batu, sementara kelompok lain menebak siapa yang memegang batu. Jika tebakan benar, mereka memegang batu dan permainan dilanjutkan.

Menjaga Warisan Budaya

Permainan tradisional memiliki nilai yang tak tergantikan oleh permainan digital. Selain menyehatkan, permainan ini juga mengajarkan kerja sama, keterampilan fisik, dan melestarikan tradisi. Mari kita kenalkan dan ajarkan permainan tradisional kepada generasi sekarang agar warisan budaya ini tetap lestari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....