Tradisi Menampi Beras Mengandung Filosofi dan Sarat Makna
- 06 Apr 2024 15:36 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang : Beras adalah makanan pokok dari negara indonesia yang telah diolah menjadi nasi, sebelum menjadi beras, beras itu dinamakan padi. Menampi beras adalah sesuatu kegiatan yang sering dilakukan para ibu-ibu di perkampungan khsunya warga masyarakat banjar bertujuan untuk membersihkan beras tersebut.
Alat yang biasanya digunakan untuk menampi beras adalah nyiru atau penampi (tampah). Nyiru ini merupakan sebuah peralatan rumah tangga yang terbuat dari anyaman bambu, yang berbentuk bulat. Di sekeliling nyiru diberi rotan melingkar sebagai bingkai dan diikat dengan tali, agar nyiru ini menjadi kokoh dan kuat dipegang saat menampi beras. Keberadaan alat ini (Nyiru) sudah lama dan secara turun temurun digunakan oleh maysarakat untuk menampi beras.
Menurut cek minah warga kertapati mengatakan “Menampi beras dengan menggunakan nyiru atau tampah ini bisa membersihkan beras dari kotoran-kotoran atau juga memisahkan antah (kulit padi) dan beras yang masih tersisa sebelum di cuci dan dimasak, caranya diayak atau digerak gerakkan turun naik, ke kiri ke kanan secara manual dengan tangan, kemudian kotoran akan tersisih secara otomatis. Terlihat sangat sederhana, namun tidak semua orang bisa dan mampu melakukannya.” Tutur cek Minah seorang Ibu Rumah Tangga.
Secara umum pekerjaan menampi beras dikerjakan oleh kaum hawa. Namun tidak disebuah kondisi hal itu berlaku, karena Menampi tidak hanya dikerjakan untuk membersihkan beras juga kedelai atau jagung. Sebenarnya ada pesan moral yang tersimpan dalam pekerjaan Menampi dan hal ini tidak semua orang tahu dan paham. Sama halnya dengan kehidupan manusia, disaat digoncang permasalahan kehidupan mereka akan berkumpul sesama dan mencari teman sesama. Adapun pesan moral lain adalah melatih kesabaran dalam bekerja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....