Produksi Pangan Naik, Kesejahteraan Petani Jadi Perhatian Dinas Pertanian Sumsel
- 04 Okt 2026 23:42 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Produksi pangan Sumatera Selatan terus meningkat sepanjang tahun 2026 sebagai hasil dari berbagai upaya dan dukungan pemerintah.
- Peningkatan produksi pangan membuka peluang strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjamin ketersediaan pangan.
- Kesejahteraan petani harus menjadi fokus utama yang menyertai setiap peningkatan produksi agar usaha pertanian berkelanjutan.
- Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Selatan terus memberikan berbagai dukungan termasuk di bidang pupuk dan pestisida untuk mendukung petani.
RRI.CO.ID, Palembang - Produksi pangan Sumatera Selatan terus menunjukkan peningkatan sepanjang 2026. Kondisi tersebut menjadi peluang memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Kepala Seksi Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Selatan, Rina Sofiana, mengatakan peningkatan produksi harus diikuti kesejahteraan petani. Menurutnya, berbagai dukungan pemerintah terus diberikan untuk menjaga keberlanjutan usaha pertanian.
“Harapan kita bukan hanya peningkatan produksi, tetapi peningkatan kesejahteraan Bapak Ibu petani juga menjadi tujuan utama,” kata Rina. Pernyataan tersebut disampaikan dalam dialog Palembang Menyapa Pro 1 RRI Palembang, Selasa, 22 September 2026.
Rina mengatakan pemerintah memberikan kepastian harga melalui kebijakan Harga Pembelian Pemerintah atau HPP. Gabah petani ditetapkan dapat dibeli Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram tanpa refraksi.
Kebijakan tersebut memberikan rasa aman ketika petani menghadapi masa panen raya. Petani tidak perlu terlalu khawatir harga gabah turun saat produksi meningkat secara bersamaan.
Selain penguatan harga, pemerintah menyediakan berbagai bantuan untuk mendukung kegiatan budidaya petani. Bantuan tersebut meliputi benih, pupuk bersubsidi, alat mesin pertanian, hingga Asuransi Usaha Tani Padi.
Sumatera Selatan memiliki luas baku sawah sekitar 519 ribu hektare yang tersebar di berbagai wilayah. Hampir 200 ribu hektare lahan tersebut berada di Kabupaten Banyuasin.
Menurut Rina, kondisi kemarau tidak selalu menjadi hambatan bagi seluruh wilayah pertanian Sumatera Selatan. Surutnya air rawa lebak justru membuka peluang penambahan luas tanam di sejumlah wilayah.
Pemerintah juga mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memperbaiki pendapatan petani. Fasilitas pengering, gudang, dan lantai jemur diharapkan membantu meningkatkan mutu produk pertanian.
“Pertanian modern harus dikelola pemuda karena mereka memiliki kelebihan dalam penguasaan digital,” ujarnya. Program Brigade Pangan menjadi salah satu upaya melibatkan generasi muda dalam pengelolaan pertanian modern
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....