FGD Polda Sumsel Perkuat Sinergi Wujudkan Masyarakat Bebas Narkoba
- 03 Okt 2026 15:22 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Polda Sumatera Selatan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Fungsi Reserse Narkoba di Palembang pada 1 Oktober 2026 untuk memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika.
- Kegiatan ini mengusung tema 'Strategi Penguatan Herd Immunity Policing guna Menanggulangi Kejahatan Narkotika dalam Rangka Ketahanan Ekonomi Nasional yang Produktif dan Inklusif'.
- Forum dibuka oleh Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana dan menekankan kolaborasi lintas sektor dengan masyarakat sebagai mitra utama Polri dalam pencegahan narkoba.
RRICO.ID, Palembang - Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen perlindungan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Fungsi Reserse Narkoba. Kegiatan strategis ini dipusatkan di Kota Palembang pada Kamis 1 Oktober 2026, dengan fokus utama mendorong penguatan strategi pencegahan berbasis ketahanan masyarakat serta kolaborasi lintas sektor yang komprehensif.
Forum penting tersebut dibuka secara resmi oleh Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, yang hadir mewakili Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho. Mengusung tema besar “Strategi Penguatan Herd Immunity Policing guna Menanggulangi Kejahatan Narkotika dalam Rangka Ketahanan Ekonomi Nasional yang Produktif dan Inklusif”, kegiatan ini menempatkan masyarakat sebagai mitra utama Polri.
Dalam sambutan Kapolda Sumsel yang dibacakannya, Wakapolda menekankan pentingnya mengutamakan aspek pencegahan dalam melindungi segenap warga dari bahaya narkoba. Menurutnya, ukuran keberhasilan aparat penegak hukum tidak diukur dari seberapa banyak pelaku kejahatan yang ditangkap, melainkan seberapa efektif kejahatan tersebut dapat dicegah demi menciptakan rasa aman.
"Pentingnya memprioritaskan tindakan pencegahan guna melindungi seluruh warga dari bahaya narkoba,"ujar Brigjen Pol. Rony Samtana,
Polda Sumsel menilai bahwa melalui konsep herd immunity policing, terbentuknya ketahanan kolektif di tengah warga akan membuat setiap elemen masyarakat berperan aktif. Warga tidak lagi diposisikan sekadar sebagai objek perlindungan, melainkan sebagai subjek sekaligus bagian vital dari sistem pencegahan peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing.
Diskusi mendalam dalam forum tersebut turut melibatkan berbagai unsur penting lintas lembaga, mulai dari BNNP Sumsel, DPRD Sumsel, jajaran pemasyarakatan dan kejaksaan, Bappeda, hingga akademisi Universitas Sumatera Selatan. Keterlibatan multipihak ini diarahkan untuk menyelaraskan peran dan tugas masing-masing institusi dalam menghadapi ancaman kejahatan narkoba secara terpadu.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa perlindungan terhadap generasi penerus bangsa harus digerakkan sebagai gerakan bersama. Kolaborasi yang solid dari pemerintah daerah, TNI, penegak hukum, institusi pendidikan, hingga masyarakat menjadi kunci utama menciptakan lingkungan yang tangguh dan sehat.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Polda Sumsel menggemakan semangat “Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae!”. Melalui sinergi yang berkelanjutan, jajaran kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga lingkungan, melindungi generasi muda, serta mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, sehat, dan produktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....