Kabut Asap Ganggu 12 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang

  • 02 Okt 2026 22:22 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional Bandara SMB II Palembang pada Kamis 1 Oktober 2026 dengan 10 penerbangan delay dan 2 penerbangan putar balik.
  • Gangguan terjadi karena kondisi visibility berada di bawah batas minimum operasional yang disyaratkan untuk keselamatan penerbangan.
  • Tujuh penerbangan keberangkatan dan lima penerbangan kedatangan terdampak oleh kondisi udara yang buruk akibat asap karhutla.

RRI.CO.ID, Palembang- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Sebanyak 12 penerbangan terdampak pada Kamis pagi, 1 Oktober 2026, karena jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional.

Gangguan tersebut mencakup tujuh penerbangan keberangkatan dan lima penerbangan kedatangan. Selain mengalami keterlambatan, dua penerbangan kedatangan harus mengubah tujuan atau kembali ke bandara asal.

Airport Operation Center Head Bandara SMB II Palembang Siska Dyah Yudayani mengatakan gangguan terjadi akibat penurunan jarak pandang di kawasan bandara. Kondisi tersebut berdampak terhadap penerbangan yang akan berangkat maupun pesawat yang hendak mendarat.

“Asap tebal menyebabkan jarak pandang di kawasan bandara hanya mencapai 500 meter. Jarak pandang itu menyebabkan 12 penerbangan terganggu, bahkan dua di antaranya gagal mendarat di Bandara Palembang,” ujar Siska.

Pada penerbangan keberangkatan, gangguan terjadi pada rute Palembang menuju Pangkalpinang, Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan Kualanamu. Sebagian penerbangan mengalami keterlambatan, sedangkan lainnya masih berstatus tertunda berdasarkan data operasional pagi itu.

Penerbangan Indonesia AirAsia IU 302 rute Palembang-Pangkalpinang yang dijadwalkan berangkat pukul 06.20 WIB baru lepas landas pukul 07.41 WIB. Sementara sejumlah penerbangan menuju Jakarta dan Kualanamu mengalami penundaan.

Untuk penerbangan kedatangan, gangguan terjadi pada rute Jakarta-Palembang dan Yogyakarta-Palembang. Dua penerbangan harus mengubah rencana pendaratan karena kondisi jarak pandang belum memenuhi batas keselamatan.

Pesawat QG 980 rute Jakarta-Palembang dengan jadwal kedatangan pukul 07.10 WIB tercatat melakukan Return to Base atau RTB. Sementara pesawat IU 933 dari Yogyakarta harus melakukan divert atau pengalihan pendaratan ke Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Siska menjelaskan RTB dilakukan ketika pesawat kembali ke bandara asal karena kondisi tidak memungkinkan untuk mendarat di tujuan. Sementara divert berarti pesawat dialihkan untuk mendarat di bandara lain yang memenuhi persyaratan operasional.

“Kini kondisi penerbangan di Bandara telah kembali normal, baik visibility maupun operasional. Gangguan asap terjadi pada pagi hari,” tambah Siska.

Ia mengimbau calon penumpang memantau jadwal penerbangan sebelum menuju bandara. Penumpang juga diminta datang lebih awal untuk mengantisipasi perubahan jadwal akibat kondisi cuaca dan jarak pandang.

“Kami mengimbau penumpang yang akan melakukan perjalanan mengecek jadwal keberangkatan maskapai dan datang lebih awal di bandara saat keberangkatan,” ujar Siska.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....