Berbeda dengan Wilayah Lain di Sumsel, Pagar Alam Sudah Dua Pekan Dilanda Hunjan

  • 02 Okt 2026 13:33 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Hujan masih mengguyur wilayah Kota Pagar Alam meskipun Sumatera Selatan sedang dalam periode musim kemarau.
  • Kejadian hujan berlangsung beberapa kali dalam dua pekan terakhir dengan intensitas yang berbeda-beda di sejumlah kecamatan.
  • Kepala Pelaksana BPBD Kota Pagar Alam mengkonfirmasi hujan terjadi di empat kecamatan dengan intensitas tertinggi di Dempo Utara, Pagar Alam Utara, dan Pagar Alam Selatan.

RRI.CO.ID, Palembang - Hujan masih mengguyur sejumlah wilayah Kota Pagar Alam meski Sumatera Selatan berada dalam periode musim kemarau. Kondisi tersebut terjadi beberapa kali dalam dua pekan terakhir dengan intensitas berbeda di sejumlah kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pagar Alam, Agus Akhmad mengatakan hujan terjadi di empat kecamatan. Intensitas hujan tertinggi tercatat di Kecamatan Dempo Utara, Pagar Alam Utara, dan Pagar Alam Selatan.

“Setelah dua minggu ini kita mengalami hujan, walaupun ada beberapa kali dengan intensitas tinggi,” kata Agus. Pernyataan tersebut disampaikan dalam dialog Palembang Menyapa Pro 1 RRI Palembang, Senin, 28 September 2026.

Menurut Agus, hujan membuat kondisi Kota Pagar Alam lebih dingin dibandingkan periode kemarau sebelumnya. Namun, Kecamatan Dempo Selatan masih mengalami hujan dengan intensitas rendah dan kondisi relatif kering.

Dari sisi meteorologi, BMKG menjelaskan karakteristik cuaca Pagar Alam berbeda dengan wilayah timur Sumatera Selatan. Pejabat Ahli Madya BMKG SMB II Palembang, Veronica Sinta Andayani mengatakan kondisi geografis menjadi salah satu faktornya.

“Pagar Alam dan sekitarnya adalah wilayah perbukitan yang mendorong pertumbuhan awan hujan dalam skala lokal,” ujar Sinta. Ia menjelaskan massa udara yang naik ke wilayah pegunungan dapat meningkatkan potensi hujan di Pagar Alam.

Sinta mengatakan potensi hujan di wilayah barat Sumatera Selatan cenderung lebih tinggi dibandingkan wilayah timur. Kondisi tersebut juga dipengaruhi kedekatan Pagar Alam dengan Bengkulu dan Samudra Hindia sebagai sumber uap air.

BMKG memperkirakan Pagar Alam masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang dalam beberapa hari berikutnya. Namun, hujan tersebut belum menunjukkan berakhirnya musim kemarau secara umum di Sumatera Selatan.

“Kalau secara umum untuk Sumatera Selatan ini termasuk hujan lokal,” kata Sinta dalam dialog Palembang Menyapa. Menurutnya, hujan tersebut dipicu dinamika atmosfer serta faktor lokal yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Sementara itu, BPBD Pagar Alam mengingatkan masyarakat tetap mewaspadai potensi bencana saat hujan turun. Wilayah perbukitan dan perkebunan menjadi perhatian karena memiliki potensi banjir bandang maupun longsor.

Agus mengatakan hujan dengan intensitas tinggi dapat memicu genangan apabila saluran drainase tersumbat sampah. BPBD bersama perangkat daerah juga rutin membersihkan drainase untuk mengantisipasi genangan saat memasuki musim penghujan.

Di sisi lain, hujan membuat risiko karhutla di Pagar Alam sementara mengalami penurunan. Agus menyebut hingga akhir September, belum terdapat kejadian karhutla setelah hujan turun beberapa kali.

“Sejak terjadinya hujan, alhamdulillah Pagar Alam masih nol kejadian,” ujar Agus. Meski demikian, masyarakat tetap diminta menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....