PLN Percepat Program Listrik Desa, 129 Lokasi Sumsel Dipetakan
- 17 Sep 2026 13:39 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Danrem 044/Gapo menyatakan kesiapannya memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan setelah mengantar Kepala BNPB RI.
- PT PLN bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM menyinkronkan program Listrik Perdesaan 2026–2029 di Sumatera Selatan untuk mempercepat pemerataan akses listrik.
- Program ini ditujukan untuk menjangkau desa dan dusun yang belum terhubung dengan jaringan kelistrikan.
RRI.CO.ID, Palembang - PT PLN (Persero) bersama pemerintah pusat dan daerah mempercepat pemerataan akses listrik melalui Program Listrik Perdesaan (Lisdes) 2026–2029 di Sumatera Selatan. Program tersebut menyasar desa dan dusun yang belum terjangkau jaringan kelistrikan.
Upaya percepatan dilakukan melalui kegiatan sinkronisasi usulan lokasi Program Lisdes di Kantor PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Palembang, Rabu, 16 September 2026. Forum tersebut membahas kesiapan lahan, perizinan, serta berbagai kebutuhan teknis pembangunan.
Kegiatan itu diinisiasi Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI. Pertemuan tersebut menjadi ruang koordinasi antara pemerintah daerah, PLN, kementerian, dan lembaga terkait untuk memastikan kesiapan setiap lokasi.
Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM RI Andriah Feby Misna mengatakan validasi data menjadi tahapan penting sebelum pembangunan dilaksanakan. Menurutnya, setiap lokasi harus memiliki informasi lengkap agar perencanaan berjalan tepat sasaran.
"Program Lisdes menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses listrik bagi masyarakat perdesaan, terpencil dan wilayah yang belum berlistrik," ujar Andriah.
Berdasarkan pemutakhiran data PLN, terdapat 129 lokasi Program Lisdes 2026 di Sumatera Selatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 98 lokasi dinilai siap dilaksanakan dengan target penyelesaian hingga akhir 2026 sampai kuartal pertama 2027.
Untuk mendukung pembangunan tersebut, PLN menyiapkan jaringan tegangan menengah sepanjang 141,18 kilometer sirkuit. Selain itu, PLN juga merencanakan pembangunan jaringan tegangan rendah sepanjang 193,94 kilometer sirkuit serta gardu distribusi berkapasitas total 5.450 kVA.
Andriah menjelaskan kesiapan pembangunan tidak hanya bergantung pada aspek teknis. Menurutnya, kepastian status lahan, kelengkapan dokumen, serta penyelesaian perizinan menjadi faktor penting agar pekerjaan berjalan sesuai rencana.
"Setiap lokasi perlu memiliki kejelasan mengenai status lahan, perizinan, dokumen yang masih dibutuhkan, pihak yang bertanggung jawab, serta target penyelesaiannya," katanya.
General Manager PLN UID S2JB Diksi Erfani Umar mengatakan keberhasilan Program Lisdes membutuhkan dukungan berbagai pihak. Menurutnya, pembangunan jaringan listrik harus didukung kesiapan akses, kondisi lapangan, dan penyelesaian berbagai kendala sebelum pekerjaan dimulai.
Diksi menyebut beberapa lokasi masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti akses jalan, wilayah perairan, persoalan tanam tumbuh, serta jalur jaringan yang melewati kawasan hutan produksi dan hutan lindung. Kondisi tersebut membutuhkan penyesuaian program dan verifikasi bersama.
"Beberapa lokasi lainnya juga masih memerlukan penyesuaian program dan verifikasi bersama sebelum dapat ditindaklanjuti," ujar Diksi.
Ia menjelaskan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan Program Lisdes. Dukungan tersebut mencakup pembaruan data lokasi, kepastian lahan, akses pembangunan, penyelesaian persoalan sosial, hingga fasilitasi perizinan sesuai kewenangan.
Selain pembangunan jaringan listrik, PLN juga menyiapkan alternatif elektrifikasi bagi wilayah yang sulit dijangkau jaringan utama. Di Sumatera Selatan, PLN merencanakan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 14 lokasi.
Melalui sinkronisasi tersebut, PLN bersama pemerintah pusat dan daerah akan melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan setiap lokasi. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mempercepat hadirnya listrik bagi masyarakat desa dan wilayah pelosok Sumatera Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....