Bupati Muba, Toha Tohet Dorong Pramuka Adaptif Hadapi Tantangan Zaman
- 15 Sep 2026 10:33 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Gerakan Pramuka Muba didorong adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan zaman, namun tetap mengutamakan pembentukan karakter generasi muda.
- Pendidikan kepramukaan diminta lebih inovatif dan aplikatif dengan mengarahkan generasi muda pada keterampilan produktif serta dukungan terhadap swasembada pangan.
- Peringatan Hari Pramuka ke-65 dirangkai dengan pelantikan pengurus Gerakan Pramuka Keluang masa bakti 2026–2029 serta pemberian penghargaan kepramukaan.
RRI.CO.ID, Muba - Bupati Musi Banyuasin (Muba) M Toha Tohet mengajak Gerakan Pramuka terus beradaptasi menghadapi perubahan zaman. Ia meminta pembaruan dilakukan tanpa menghilangkan nilai karakter dalam pembinaan generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan Toha saat menjadi pembina upacara Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Muba. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Andriyadi Water Park, Kecamatan Keluang, Senin 14 September 2026.
Toha yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Muba menyebut peringatan Hari Pramuka menjadi ruang refleksi pengabdian organisasi. Menurutnya, Pramuka telah berkontribusi membentuk generasi muda melalui karya dan keteladanan.
Ia menjelaskan pergantian kepengurusan dalam organisasi Pramuka merupakan bagian dari penyegaran. Proses tersebut juga menjaga keberlanjutan gerakan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
"Sejauh ini Gerakan Pramuka tetap konsisten membina karakter generasi muda yang beriman, bertakwa, disiplin, bertanggung jawab serta memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air Indonesia," ujar Toha.
Toha menilai generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin beragam. Perubahan iklim, perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, dinamika geopolitik, dan dunia kerja menjadi persoalan yang perlu disiapkan sejak dini.
Selain tantangan global, ia mengingatkan adanya persoalan sosial yang dapat memengaruhi perkembangan generasi muda. Penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran informasi palsu, judi daring, dan rendahnya kepedulian sosial menjadi perhatian bersama.
"Di tengah pesatnya teknologi, Pramuka harus menegaskan bahwa teknologi memberikan kemampuan yang besar, namun karakterlah yang menentukan arah," katanya.
Toha mendorong pembaruan metode pendidikan kepramukaan agar semakin relevan dengan kebutuhan masa kini. Menurutnya, proses pembelajaran tidak cukup hanya menerapkan konsep belajar sambil melakukan, tetapi perlu berkembang menjadi belajar, menciptakan, dan menyelesaikan persoalan nyata.
Ia berharap anggota Pramuka mengenal berbagai sektor produktif yang memiliki peran strategis bagi masa depan. Bidang pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, dan pengelolaan lingkungan menjadi sektor yang perlu dikenalkan kepada generasi muda.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Hari Pramuka ke-65, Andriadi, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi momentum pelantikan sejumlah pengurus organisasi Pramuka. Pelantikan meliputi Majelis Pembimbing Ranting, Kwartir Ranting, dan Dewan Kerja Ranting Gerakan Pramuka Keluang masa bakti 2026-2029.
"Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang masuk dalam program kerja Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Muba dan dilaksanakan menyesuaikan agenda kepramukaan tingkat daerah maupun nasional," tutur Andriadi.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Muba turut diisi dengan berbagai kegiatan penghargaan dan apresiasi. Agenda tersebut meliputi pemberian tanda penghargaan Pramuka Pancawarsa I hingga IV serta penyerahan penghargaan terkait Jambore Nasional XII Tahun 2026.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan pemotongan 65 tumpeng sebagai simbol peringatan Hari Pramuka ke-65. Sejumlah unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, pengurus Pramuka, dan organisasi terkait turut menghadiri acara tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....