Tim Gabungan Jinakkan Tujuh Titik Karhutla di Ogan Ilir

  • 15 Sep 2026 10:05 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Tim gabungan berhasil memadamkan tujuh titik panas (hotspot) di Kabupaten Ogan Ilir per Minggu, 13 September 2026 pukul 15.52 WIB.
  • Ketujuh titik panas tersebar di lima kecamatan dengan status mitigasi berhasil dipadamkan.
  • Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Ogan Ilir terus dilakukan hingga malam hari sebagai bukti komitmen berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Ogan Ilir - Tim gabungan memadamkan tujuh titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Data Pores Ogan Ilir per Minggu, 13 September 2026 pukul 15.52 WIB menunjukkan seluruh titik api telah dimitigasi dan berhasil dipadamkan. Namun, personel gabungan masih disiagakan hingga malam untuk mengantisipasi munculnya api kembali.

Titik karhutla ditemukan di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, dengan luasan sekitar satu hektare. Api juga terdeteksi di Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Barat, seluas sekitar tiga hektare.

Di Kecamatan Tanjung Raja, kebakaran terjadi di Desa Kerinjing dengan luasan sekitar dua hektare dan Desa Belanti sekitar satu hektare.

Sementara di Desa Ulak Kembahang, Kecamatan Lubuk Keliat, petugas masih menghadapi kendala akses. Lokasi yang sulit dijangkau membuat luasan lahan yang terbakar belum dapat dipastikan. Meski demikian, proses pemadaman dan pendinginan tetap dilakukan.

Dua titik lainnya berada di Kecamatan Rambang Kuang, masing-masing di Desa Tanjung Bulan dengan luasan sekitar 0,2 hektare dan Desa Tambang Rambang sekitar 0,4 hektare.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti mengatakan pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh personel Polri, TNI, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga.

Menurutnya, kondisi lapangan tidak selalu mudah. Sejumlah lokasi berada cukup jauh dengan akses terbatas dan ketersediaan air yang minim.

“Memang ada titik yang lokasinya jauh dan sulit dijangkau, ditambah persediaan air minim. Tapi kami pastikan semua titik api dapat dipadamkan,” tegas Rizka dalam rilis yang diterima Senin, 14 September 2026.

Setelah api dipadamkan, pengawasan tidak langsung dihentikan. Polisi bersama unsur terkait memperketat patroli dan pemantauan di wilayah yang dinilai rawan untuk mencegah munculnya titik api baru.

Rizka juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut dinilai berisiko memicu kebakaran yang lebih luas, terutama dalam kondisi lahan yang mudah terbakar.

Kasi Humas Polres Ogan Ilir IPTU Mansyur meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran.

“Asap yang ditimbulkan berdampak pada banyak orang, tidak hanya kesehatan namun juga keselamatan. Jika melihat titik api segera laporkan ke petugas terdekat,” ujar Mansyur.

Hingga malam, tim gabungan tetap siaga di sejumlah wilayah rawan. Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyulut api sekaligus mencegah kebakaran susulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....