Polri dan Tim Gabungan Padamkan 6,8 Hektare Karhutla di Musi Rawas
- 13 Sep 2026 13:18 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Polres Musi Rawas bersama tim gabungan berhasil menuntaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Musi Rawas pada Kamis 10 September 2026.
- Total lahan terbakar seluas 6,8 hektare telah sepenuhnya dipadamkan dan dipastikan tidak menyisakan titik api.
- Sebanyak 10 titik panas atau hotspot terdeteksi melalui pemantauan satelit di tiga kecamatan yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan oleh personel Polres dan Polsek.
RRI.CO.ID, Musi Rawas - Polda Sumatera Selatan melalui Polres Musi Rawas bersama tim gabungan berhasil menuntaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Musi Rawas, Kamis 10 September 2026. Dari total lahan terbakar seluas 6,8 hektare, seluruh area terdampak berhasil dipadamkan dan dipastikan tidak lagi menyisakan titik api.
Berdasarkan hasil pemantauan satelit, sebanyak 10 titik panas atau hotspot terdeteksi di tiga kecamatan di Kabupaten Musi Rawas. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti personel Polres Musi Rawas dan Polsek jajaran dengan melakukan pengecekan di lapangan bersama sejumlah unsur terkait.
Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta melalui Kabag Ops Polres Musi Rawas mengatakan, seluruh hotspot yang terpantau telah ditindaklanjuti dan berhasil dipadamkan. Dari penanganan tersebut, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 6,8 hektare.
“Berdasarkan pantauan satelit, di Kabupaten Musi Rawas terdapat 10 titik hotspot yang tersebar di tiga kecamatan. Alhamdulillah, ke-10 hotspot tersebut telah berhasil kami padamkan. Adapun luas lahan yang terbakar sebanyak 6,8 hektare,” ujarnya menyampaikan keterangan Kapolres.
Pemadaman dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel Damkar, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta personel Polsek jajaran. Sinergi tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul di lokasi yang telah ditangani.
Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, kecepatan dalam menindaklanjuti informasi hotspot menjadi salah satu kunci dalam mencegah Karhutla meluas. Menurutnya, hasil pemantauan satelit harus segera diikuti dengan pengecekan di lapangan agar setiap potensi kebakaran dapat dikendalikan sejak dini.
"Penanganan sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah Karhutla berkembang lebih luas. Karena itu, setiap titik hotspot yang terdeteksi melalui satelit harus segera dipastikan kondisinya melalui pengecekan langsung di lapangan,"ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.
Polda Sumsel mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla di Musi Rawas. Kepolisian bersama jajaran akan terus meningkatkan pemantauan dan kesiapsiagaan di wilayah rawan, serta memastikan setiap informasi titik panas segera ditindaklanjuti melalui pengecekan, pemadaman, dan pendinginan sesuai kondisi di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....