Satgas Aman Nusa II Dinginkan 2 Hektare Lahan Gambut dengan Formula X-Fire

  • 13 Sep 2026 13:15 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Satgas Karhutla Operasi Aman Nusa II Polda Sumatera Selatan melakukan uji coba pendinginan kebakaran hutan menggunakan Formula X-Fire di Desa Lorok, Kabupaten Ogan Ilir, pada 10 September 2026.
  • Area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 4 hektare, dengan lahan yang berhasil didinginkan mencapai kurang lebih 2 hektare.
  • Kegiatan penanganan dipimpin oleh IPDA Jenni Andriyanto sebagai Padal Karhutla Aman Nusa II Polsek Indralaya Posko Rambutan, dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.

RRI.CO.ID, Ogan Ilir - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan terus diperkuat dengan berbagai langkah taktis di lapangan. Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Operasi Aman Nusa II Polda Sumatera Selatan melakukan uji coba pendinginan menggunakan Formula X-Fire di Desa Lorok, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis 10 September 2026.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin Padal Karhutla Aman Nusa II Polsek Indralaya Posko Rambutan, IPDA Jenni Andriyanto. Berdasarkan hasil pemantauan, area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 4 hektare, sedangkan lahan yang berhasil dilakukan pendinginan mencapai kurang lebih 2 hektare.

Penanganan menjadi lebih menantang karena sebagian lokasi merupakan lahan gambut. Kondisi tersebut membuat bara api berpotensi bertahan di dalam tanah dan sulit dipastikan padam hanya dengan penyiraman air. Untuk mengatasi kondisi itu, tim gabungan menggunakan 10 jerigen Formula X-Fire yang dicampurkan dengan sekitar 1 ton air.

Campuran tersebut kemudian digunakan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan secara terukur di area yang terbakar. Personel terus memastikan titik-titik bara api mendapatkan penanganan hingga kondisi di lokasi dinyatakan padam total dan tidak lagi menunjukkan tanda-tanda api.

Sebanyak 14 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut. Mereka terdiri dari personel Ditsamapta Polda Sumsel, Polsek Indralaya, Posko Rambutan, serta Posko Indralaya yang bersama-sama melakukan penanganan di lokasi.

Direktur Samapta Polda Sumsel selaku Ka Opsda Aman Nusa II mengatakan, penggunaan formula khusus seperti X-Fire menjadi salah satu langkah inovatif dan taktis untuk meningkatkan efektivitas penanganan Karhutla. Terutama di kawasan gambut yang memiliki karakteristik berbeda dan tidak selalu mudah ditangani menggunakan air biasa. “Kami terus mengevaluasi dan memaksimalkan penggunaan sarana prasarana modern untuk memastikan setiap titik api dapat dilumpuhkan secara cepat sebelum meluas,” ujarnya.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengapresiasi kesigapan personel dalam menangani Karhutla di lapangan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan penerapan inovasi dalam menghadapi ancaman Karhutla di Sumatera Selatan. Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta tidak membuka lahan dengan cara membakar untuk mencegah munculnya kebakaran yang dapat mengancam lingkungan dan masyarakat.

"Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi Karhutla dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, sehingga risiko kebakaran yang dapat merugikan lingkungan dan warga dapat diminimalkan,"ujar Nandang Mu’min Wijaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....