Pemprov Sumsel Perkuat Manajemen Risiko Program GSMP

  • 10 Sep 2026 21:06 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar Rapat Peningkatan Kapasitas Tim Efektif bertajuk “Strategi Tata Kelola Gerakan Sumatera Selatan Mandiri Pangan (GSMP) melalui Penerapan Manajemen Risiko” di Palembang, Rabu, 9 September 2026.

Sekertaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, mengatakan, Pemprov Sumsel ingin memperkuat penerapan manajemen risiko dalam pelaksanaan Gerakan Sumatera Selatan Mandiri Pangan (GSMP). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kendala yang dapat menghambat keberlanjutan program di lapangan.

Menurutnya, penerapan manajemen risiko diperlukan agar pelaksanaan GSMP tidak hanya berhenti pada dokumen perencanaan maupun Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Seluruh instrumen dan SOP yang ada harus diimplementasikan secara optimal. Jika tidak, perencanaan itu hanya akan berhenti di atas kertas dan perlu didorong bersama," ujar Edward di hadapan para peserta rapat.

Menurut Edward, sejumlah risiko dalam pelaksanaan GSMP perlu diantisipasi sejak awal. Salah satunya berkaitan dengan risiko gagal tanam, termasuk persoalan distribusi bibit dan pendampingan kepada masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga perlu mengantisipasi kendala yang muncul akibat koordinasi yang belum optimal antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Pemprov Sumsel memperkuat peran pendamping di lapangan. Forum koordinasi yang telah dibentuk juga dioptimalkan untuk memastikan berbagai pihak dapat terlibat dalam pelaksanaan dan pengawasan program.

Rapat tersebut turut menghadirkan Syarif Usman, sebagai narasumber untuk memberikan penguatan mengenai penerapan manajemen risiko dalam tata kelola program GSMP.

"Penerapan konteks manajemen risiko yang disampaikan oleh Pak Syarif sudah mulai kita terapkan untuk mengawal program ini agar mencapai hasil yang optimal. Hasil yang baik ini kita definisikan secara jelas, yakni efektif, kolaboratif, dan berkelanjutan," pungkasnya.

Penerapan manajemen risiko diharapkan dapat membantu pemerintah memetakan potensi masalah sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, sehingga GSMP dapat berjalan lebih terukur dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....