Muswil IWSS Sumsel: Perkuat Silaturahmi dan Cegah Kekerasan Perempuan
- 10 Sep 2026 10:30 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Andi Siti Nurbayah resmi terpilih sebagai pemimpin Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Sumsel melalui Musyawarah Wilayah di Hotel Swarna Dwipa, Palembang pada 9 September 2026.
- IWSS telah berkembang menjadi lebih dari sekadar wadah berkumpul, tetapi menjadi motor penggerak isu-isu publik krusial yang mencakup pemberdayaan ekonomi dan perlindungan perempuan.
- Forum pimpinan daerah dan tokoh perantau Sulawesi Selatan di Sumatera Selatan hadir dan berkomitmen memperkuat jaringan serta peran organisasi dalam pemberdayaan masyarakat keturunan.
RRI.CO.ID, Palembang - Pemetaan peran perempuan dan penguatan jaringan warga keturunan Sulawesi Selatan di Sumatera Selatan memasuki babak baru. Lewat Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Sumsel yang digelar di Ballroom Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Rabu, 9 September 2026, Andi Siti Nurbayah resmi terpilih memimpin organisasi sosial kewanitaan tersebut.
Forum pimpinan daerah dan tokoh perantau yang memadati arena musyawarah menegaskan satu hal: IWSS bukan lagi sekadar wadah berkumpul, melainkan motor penggerak isu-isu krusial publik, mulai dari pemberdayaan ekonomi hingga perlindungan perempuan.
Dukungan nyata dari pemerintah daerah tampak dari hadirnya Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian. Kehadirannya menggarisbawahi pentingnya kemitraan strategis antara pemerintah daerah dengan organisasi kemasyarakatan berbasis perempuan dalam menjaga stabilitas sosial dan mempercepat pembangunan.
Ketua Umum PP IWSS, Andi Nurhiyari, menegaskan bahwa kepengurusan baru harus bergerak cepat menyusun agenda kerja yang dampaknya menyentuh akar rumput. IWSS diminta tak sekadar membuat program di atas kertas, tetapi juga hadir sebagai pelindung bagi kelompok rentan.
"Kita harus mendukung program dan membuat program yang bisa dirasakan masyarakat. IWSS juga harus menjadi wadah yang mengayomi serta aktif dalam upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan," tegas Andi Nurhiyari di hadapan peserta musyawarah.
Pesan penguatan identitas turut dilontarkan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi, organisasi kesukuan seperti IWSS dinilai memiliki beban moral untuk merawat nilai-nilai leluhur tanpa menutup diri dari pembaruan.
"Budaya harus tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Ada tiga hal utama: hormati budaya lokal tempat kita berada, saring pengaruh asing, dan pertahankan adat warisan leluhur," ujar Herman Deru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....