Waspada, Puncak Kemarau Tingkatkan Risiko Kebakaran

  • 10 Sep 2026 06:52 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Puncak musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran di Kota Palembang karena kondisi lahan yang kering memudahkan api muncul dan merambat dengan cepat.
  • Kepala Bidang Pemadaman Dinas Damkarmat Kota Palembang Rika Trisna melaporkan peningkatan kebakaran lahan sejak akhir Juli 2024.
  • Potensi kebakaran diperkirakan masih berlanjut hingga akhir September atau awal Oktober, memerlukan kewaspadaan dan pencegahan yang intensif dari masyarakat dan instansi terkait.

RRI.CO.ID, Palembang - Puncak musim kemarau membuat potensi kebakaran di Kota Palembang semakin perlu diwaspadai. Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah muncul dan cepat merambat.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Damkarmat Kota Palembang, Rika Trisna mengatakan kebakaran lahan mulai meningkat sejak akhir Juli. Kondisi tersebut diperkirakan masih berlanjut hingga akhir September atau awal Oktober.

“Untuk lahan diperkirakan akan tetap meningkat, trennya sampai akhir September atau awal Oktober,” ujar Rika. Hal tersebut disampaikannya dalam Dialog Palembang Menyapa PRO 1 RRI Palembang, Senin, 7 September 2026.

Menurut Rika, kebakaran lahan banyak dipicu kelalaian masyarakat saat membuang puntung rokok. Pembakaran sampah dan pembukaan lahan dengan cara dibakar juga menjadi pemicu kebakaran.

“Harapan kita masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah yang dapat mengakibatkan meluasnya kebakaran,” katanya. Menurutnya, laporan warga sangat membantu petugas menangani kebakaran sebelum api semakin meluas.

Selain kebakaran lahan, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah. Manager K3 PLN UID S2JB, Arham Ginting, menegaskan kemarau bukan penyebab langsung korsleting listrik.

“Musim kemarau itu secara langsung bukan menjadi penyebab korsleting listrik,” kata Arham. Namun, penggunaan peralatan listrik yang meningkat perlu diimbangi instalasi yang aman.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID S2JB, Iwan Arrisetyadhi meminta warga memperhatikan kondisi kabel dan stop kontak. “Kalau kabelnya hangat, stop kontak mulai hitam, itu sudah perlu diwaspadai,” ujarnya.

Damkarmat Palembang terus memperkuat kesiapsiagaan selama periode rawan kebakaran. Petugas disiagakan selama 24 jam melalui sejumlah pos pemadam di wilayah Palembang.

Rika mengingatkan masyarakat segera melapor ketika melihat titik api di lingkungan sekitar. “Semakin cepat diinformasikan, semakin relatif mudah kami menanganinya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....