Udara Palembang Tidak Sehat, Kabut Tipis Selimuti SMB II

  • 09 Sep 2026 08:11 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kualitas udara Kota Palembang pada Rabu pagi, 9 September 2026, mencapai kategori tidak sehat dengan indeks kualitas udara 198.
  • Kabut tipis terlihat di kawasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sejak dini hari dan menjadi penyertai kondisi udara yang buruk.
  • Prakirawan BMKG Palembang bernama Novita menyampaikan bahwa meski sebagian besar wilayah Palembang cerah berawan, kualitas udara pagi ini memerlukan perhatian khusus dari masyarakat.

RRI.CO.ID, Palembang - Kualitas udara Kota Palembang pada Rabu pagi, 9 September 2026, berada dalam kategori tidak sehat dengan indeks kualitas udara mencapai 198. Kondisi tersebut disertai kabut tipis yang terpantau di kawasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sejak dini hari.

Prakirawan BMKG Palembang, Novita, menyampaikan kondisi tersebut melalui Info Cuaca RRI, Rabu, 9 September 2026. Menurutnya, cuaca di sebagian besar wilayah Palembang masih cerah berawan meski kualitas udara pagi ini perlu menjadi perhatian.

“Khusus di kawasan Bandara SMB II Palembang, cuaca terpantau sedikit berkabut sejak dini hari hingga pagi hari. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah wilayah lainnya, seperti kawasan Pelabuhan Tanjung Api-Api dan Bom Baru, yang terpantau cerah berawan,” katanya.

Berdasarkan pemantauan sekitar pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara atau AQI Palembang tercatat 198 dan masuk kategori tidak sehat. Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 123 mikrogram per meter kubik.

Kondisi tersebut perlu diwaspadai masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang sensitif terhadap paparan polusi udara. Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dapat dilakukan untuk membantu mengurangi paparan partikel polutan. Warga di sekitar Bandara SMB II juga diminta memperhatikan kondisi cuaca dan jarak pandang akibat kabut tipis yang muncul sejak dini hari.

Selain kualitas udara, kondisi kabut di kawasan bandara perlu menjadi perhatian karena dapat berkaitan dengan jarak pandang bagi aktivitas penerbangan. Masyarakat diimbau tidak menyimpulkan penyebab kabut hanya dari kondisi kualitas udara dan tetap mengacu pada informasi resmi BMKG.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara melalui kanal informasi resmi. Informasi terbaru diperlukan agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas serta mengambil langkah perlindungan sesuai kondisi lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....