Ancaman Karhutla dan Erupsi, Siswa di Palembang Belajar dari Rumah

  • 08 Sep 2026 18:55 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Kota Palembang resmi mengalihkan proses belajar mengajar tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi jenjang TK, SD, hingga SMP. Langkah darurat ini diambil menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman sebaran debu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau.

Mekanisme kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Palembang Nomor 33 yang dikeluarkan pada Selasa, 8 Agustus 2026. Keputusan ini diambil usai koordinasi intensif bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan seluruh stakeholder terkait.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan, penerapan PJJ dilakukan untuk melindungi kesehatan siswa dari dampak buruk polusi dan ancaman penyakit saluran pernapasan. meski belajar dari rumah, kurikulum tetap berjalan normal di bawah pengawasan orang tua dan guru.

"Kita memutuskan mulai besok diadakan pembelajaran jarak jauh dengan catatan tetap ada pendampingan dari orang tua di rumah. Pembelajaran juga harus tetap sesuai dengan kurikulum yang ada," ujar Ratu Dewa, Selasa, 8 Agustus 2026.

Meskipun aktivitas sekolah diliburkan secara fisik, program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para siswa dipastikan tidak terhenti. Skema penyalurannya disesuaikan agar gizi anak-anak tetap terpenuhi selama masa PJJ.

"MBG saya harapkan tetap diberikan. Teknis pelaksanaannya, para orang tua silakan mengambil di sekolah masing-masing," kata Ratu Dewa.

Pengalihan PJJ ini dipicu oleh Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang fluktuatif akibat karhutla, seiring berlanjutnya tren peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Faktor lain yang memperberat adalah status Waspada (Zona Oranye) erupsi Anak Gunung Krakatau yang berpotensi membawa sebaran debu vulkanik hingga wilayah Palembang.

Menghadapi situasi ini, Pemkot Palembang meminta masyarakat tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga diimbau meminimalisasi aktivitas di luar rumah dan menerapkan protokol kesehatan ketat jika terpaksa keluar.

"Sebisa mungkin tetap di rumah. Kalau terpaksa keluar, jangan lupa gunakan masker dan kacamata standar jika ada partikel debu vulkanik. Jika ada debu, usahakan disiram dulu baru disapu," tutur Ratu Dewa.

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....