Kabut Asap dan Erupsi Anak Krakatau, KAI Divre III Imbau Masyarakat Gunakan Masker
- 07 Sep 2026 19:23 WIB
- Palembang
Poin Utama
- PT KAI Divisi Regional III Palembang dan BPKARSS mendesak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan akibat kabut asap di Kota Palembang dan Sumatera Selatan.
- Konsentrasi Particulate Matter (PM2.5) di Stasiun Pemantauan Musi 2 Palembang pada 6 September 2026 mencapai kategori berbahaya berdasarkan pemantauan BMKG.
- Penurunan kualitas udara disebabkan oleh meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
RRI.CO.ID, Palembang - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan di tengah penurunan kualitas udara akibat kabut asap di Kota Palembang dan sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara BMKG, konsentrasi Particulate Matter (PM2.5) di Stasiun Pemantauan Musi 2 Palembang pada Minggu 6 September 2026, mencapai kategori berbahaya. Kondisi tersebut berkaitan dengan meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan masyarakat perlu mengutamakan kesehatan dan keselamatan saat beraktivitas, terutama bagi mereka yang bepergian menggunakan transportasi umum seperti LRT Sumsel maupun kereta api jarak jauh.
“Di tengah kondisi kualitas udara yang kurang baik, kami mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Namun, apabila harus bepergian menggunakan transportasi umum, kami mengimbau pelanggan menggunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan diri,” ujar Aida, Minggu 6 September 2026.
Menurut Aida, imbauan tersebut merupakan bentuk kepedulian KAI terhadap kesehatan dan kenyamanan pelanggan. KAI bersama BPKARSS terus berupaya memberikan layanan transportasi publik yang aman dan nyaman, sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan masing-masing.
Imbauan penggunaan masker juga disampaikan kepada pelanggan kereta api jarak jauh yang melakukan perjalanan dari dan menuju wilayah terdampak kabut asap, termasuk pengguna KA Sindang Marga dan KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuklinggau (PP).
Aida mengingatkan pelanggan untuk memperhatikan kondisi kesehatan selama perjalanan dan menggunakan masker, terutama ketika berada di luar ruang stasiun maupun saat menuju wilayah dengan kualitas udara yang kurang baik. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada anak-anak, lansia serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap kualitas udara.
Sementara itu, untuk pelanggan KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang (PP), KAI Divre III mengingatkan masyarakat agar terus mengikuti perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau serta informasi resmi dari instansi berwenang. KA Rajabasa tetap beroperasi sesuai jadwal yang berlaku.
Aida menegaskan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tidak berarti layanan KA Rajabasa dihentikan. Meski demikian, KAI terus memantau kondisi perjalanan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api. Pelanggan juga diimbau menggunakan masker apabila terdapat paparan debu atau abu vulkanik di lingkungan sekitar.
Berdasarkan laporan terbaru Badan Geologi, Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Pada Sabtu, 5 September 2026, gunung tersebut dilaporkan mengalami erupsi menerus yang disertai suara gemuruh. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya berupa aliran lava, lontaran batu pijar, awan panas dan hujan abu lebat.
“Khusus bagi masyarakat yang akan bepergian menggunakan KA Rajabasa menuju Lampung, kami mengimbau untuk selalu mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari Badan Geologi, PVMBG, BMKG, serta pemerintah daerah. Jika perjalanan tidak mendesak, masyarakat dapat mempertimbangkan untuk menunda perjalanan sampai kondisi dinyatakan lebih aman oleh pihak berwenang,” kata Aida.
Aida menegaskan keselamatan dan kesehatan pelanggan menjadi prioritas KAI. Karena itu, KAI akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan memantau perkembangan kondisi lingkungan maupun potensi gangguan yang dapat memengaruhi perjalanan kereta api.
Masyarakat juga diminta tetap tenang, tidak panik, menggunakan masker saat diperlukan, serta tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi kesehatan maupun situasi lingkungan tidak memungkinkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....