Palembang Dikepung Asap Karhutla, Ribuan Masker Dibagikan Gratis
- 06 Sep 2026 21:30 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memicu penurunan kualitas udara ekstrem di Kota Palembang.
- Sentra Budi Perkasa Palembang dan Yayasan Kawan Lamo Galo membagikan 1.000 masker gratis bagi pengendara serta pejalan kaki di Simpang Charitas.
- Aksi kemanusiaan ini turut melibatkan para jawara Lomba Karaoke Suara Bintang 2026 guna menumbuhkan kepedulian sosial sejak dini.
RRI.CO.ID, Palembang - Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus mengepung wilayah Sumatera Selatan. Penurunan kualitas udara yang kian mengkhawatirkan mengancam kesehatan warga yang beraktivitas di luar ruangan, terutama para pengguna jalan di Kota Palembang.
Merespons ancaman gangguan pernapasan tersebut, tim gabungan Sentra Budi Perkasa Palembang bersama Yayasan Kawan Lamo Galo Sumsel bergerak menyisir jalanan untuk mendistribusikan bantuan masker gratis.
Aksi sosial ini berpusat di titik krusial mobilitas warga, yakni kawasan simpang empat lampu merah RS Charitas, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, pada Jumat, 4 September 2026 sore. Dalam kurun waktu singkat, tak kurang dari 1.000 lembar masker ludes dibagikan kepada pengendara sepeda motor dan pejalan kaki yang melintas.
Kepala Sentra Budi Perkasa Palembang, Gini Toponindro, menegaskan bahwa aksi tanggap ini murni dilandasi kepedulian terhadap keselamatan warga di tengah memburuknya indeks standar pencemar udara akibat karhutla.
"Kualitas udara di Palembang terus menurun akibat bencana kabut asap ini. Kami turun langsung membagikan 1.000 masker untuk membentengi kesehatan para pengendara dan pejalan kaki yang terpaksa beraktivitas di luar," ujar Gini.
Menariknya, aksi kemanusiaan di titik tersibuk Kota Palembang ini juga menerjunkan para talenta muda—tujuh jawara ajang Lomba Karaoke Suara Bintang 2026. Keterlibatan para pemenang perlombaan seni tersebut ditujukan untuk mengasah empati dan kepedulian sosial mereka secara langsung di tengah bencana.
Ketua Yayasan Kawan Lamo Galo Sumsel, M. Fitriansyah, mengapresiasi sinergi bersama lembaga di bawah naungan Kementerian Sosial tersebut. Pria yang akrab disapa Mpit ini mewanti-wanti publik Palembang agar tidak menganggap remeh pajangan racun kabut asap.
"Kami mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak. Kalaupun harus keluar, wajib pakai masker, imbangi dengan nutrisi bergizi, serta vitamin yang cukup. Pola hidup sehat harus kita mulai dari diri sendiri dan keluarga," imbau Mpit.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu memicu kesadaran kolektif masyarakat untuk saling menjaga kesehatan, sekaligus memperkuat kewaspadaan bersama selama ancaman karhutla masih melanda Sumatera Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....