Data Tunggal Sosial Ekonomi Jadi Acuan Bantuan Pangan Sumsel
- 02 Sep 2026 17:12 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemerintah menggunakan DTSEN sebagai dasar utama penentuan penerima bantuan pangan dengan sistem pemeringkatan kesejahteraan keluarga.
- Desil menjadi salah satu acuan dalam menentukan prioritas penerima bantuan sosial namun bukan jaminan mutlak.
- Posisi desil yang tinggi tidak otomatis membuat seseorang menerima seluruh jenis bantuan sosial yang tersedia.
RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menentukan sasaran penerima bantuan pangan. Data tersebut memuat pemeringkatan kesejahteraan keluarga melalui kelompok desil.
Dinas Sosial Sumatera Selatan menyebut kelompok desil menjadi salah satu pertimbangan dalam menetapkan prioritas penerima bantuan. Namun, posisi desil tidak secara otomatis membuat seseorang menerima seluruh program bantuan sosial.
Kepala Bidang Penanganan Kemiskinan Dinas Sosial Sumatera Selatan Ramdhoni Iqbal menjelaskan desil satu hingga desil empat dapat menjadi sasaran usulan bantuan. Penetapan penerima tetap mengikuti kriteria dan mekanisme masing-masing program pemerintah.
“Desil satu sampai desil empat dapat diusulkan sebagai sasaran, tentunya tetap memperhatikan kriteria dan mekanisme masing-masing program,” katanya dalam Dialog Interaktif Palembang Menyapa PRO 1 RRI Palembang, Selasa, 1 September 2026.
Statistisi Madya BPS Sumatera Selatan Zahira menjelaskan desil menunjukkan posisi relatif tingkat kesejahteraan keluarga. Sistem tersebut membagi masyarakat ke dalam sepuluh kelompok dengan proporsi sekitar 10 persen pada setiap kelompok.
“Desil itu adalah pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya,” ujarnya.
Zahira menjelaskan penentuan kelompok desil mempertimbangkan berbagai kondisi sosial ekonomi rumah tangga. Faktor tersebut meliputi jumlah anggota keluarga, kondisi tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, disabilitas, hingga kepemilikan aset.
Menurutnya, posisi desil bersifat dinamis karena mengikuti perubahan kondisi masyarakat. Pemutakhiran data menjadi penting agar informasi kesejahteraan keluarga tetap sesuai dengan kondisi terbaru.
Sementara itu, Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel Renato Horison mengatakan Bulog menyalurkan bantuan pangan berdasarkan data penerima yang telah ditetapkan pemerintah. Pada tahap kedua, bantuan pangan Sumatera Selatan diberikan kepada 961.987 penerima dengan alokasi beras 10 kilogram setiap bulan.
“Perum Bulog ini merupakan pengelola cadangan beras pemerintah yang dikelola oleh Bulog,” tuturnya.
Renato menyebut penyaluran bantuan pangan merupakan bentuk penugasan pemerintah untuk membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Bulog memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang telah masuk dalam daftar penerima.
Dalam proses distribusi, Bulog menghadapi tantangan geografis di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Kondisi perairan, pasang surut sungai, dan keterbatasan waktu menjadi faktor yang harus diperhitungkan dalam pengiriman bantuan.
Renato menegaskan masyarakat penerima tidak perlu membayar untuk mendapatkan bantuan tersebut. “Bantuan pangan ini sifatnya gratis dan tidak ada pungutan,” katanya.
BPS Sumatera Selatan mengimbau masyarakat memperbarui data apabila kondisi sosial ekonominya mengalami perubahan. Masyarakat juga dapat mengecek posisi desil melalui saluran resmi dan mengikuti mekanisme pemutakhiran yang tersedia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....