Diksar KSR PMI Polkesbang Bekali Mahasiswa Keterampilan Dasar Kerelawanan
- 31 Agt 2026 22:55 WIB
- Palembang
Poin Utama
- KSR PMI Polkesbang melaksanakan Diksar sebagai tahapan wajib bagi calon anggota dengan 209 peserta dinyatakan lulus dari 234 pendaftar.
- Peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik, termasuk 14 materi kerelawanan, simulasi bencana, apel kebangsaan, serta pelantikan anggota baru.
- Diksar menjadi modal pengembangan kapasitas relawan, yang terbukti mendukung prestasi KSR Polkesbang dan keterlibatan anggotanya dalam kegiatan kemanusiaan serta penanganan bencana.
RRI.CO.ID, Palembang - KSR PMI Unit Poltekkes Kemenkes Palembang (Polkesbang) menggelar Pendidikan Dasar (Diksar) bagi calon anggota sebagai tahapan wajib untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman dasar kerelawanan. Kegiatan tersebut dirancang dalam delapan pertemuan yang mengacu pada kurikulum Palang Merah Indonesia (PMI).
Dari total 234 mahasiswa yang mendaftar, sebanyak 209 peserta dinyatakan lulus mengikuti Diksar. Kelulusan ditentukan berdasarkan sejumlah persyaratan, antara lain izin orang tua, keaktifan dalam kegiatan, absensi serta keikutsertaan dalam kegiatan matrikulasi.
Rangkaian Diksar terdiri atas enam hari pembelajaran kelas dan dua hari kegiatan lapangan. Pada Diksar kelas, peserta mendapatkan 14 materi teori kerelawanan dan praktik teknis pelaksanaan, sedangkan Diksar lapangan diisi dengan simulasi kebencanaan, apel kebangsaan serta pelantikan dan pengukuhan sebagai anggota baru.
Diksar kelas dilaksanakan selama tiga pekan pada setiap Sabtu dan Minggu, 29-30 Agustus 2026, di Aula Keperawatan serta Gedung Serbaguna Kebidanan lingkungan Kampus Poltekkes Kemenkes Palembang. Sementara itu, Diksar lapangan dilaksanakan dengan konsep perkemahan dan malam keakraban.
Pelaksanaan Diksar lapangan bekerja sama dengan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang Kota Palembang yang menjadi fasilitator dalam penyediaan tempat, perlengkapan serta pelaksanaan teknis simulasi bencana. Sebanyak 20 instruktur dari Lanud Sri Mulyono Herlambang terlibat dalam pengarahan simulasi, apel kebangsaan, hingga proses pelantikan dan pengukuhan.
Fasilitator UKM KSR PMI Poltekkes Kemenkes Palembang, Moch. Chandra Bara, mengatakan panitia Diksar berasal dari Angkatan 2 dan 3 KSR PMI Polkesbang dengan total 76 anggota. Pelaksanaan kegiatan tersebut diawasi dan dievaluasi secara berkala oleh tujuh anggota Angkatan 1 yang berperan sebagai asisten pelatih.
"Materi Diksar kelas disampaikan oleh pembina KSR Polkesbang yang merupakan dosen dari berbagai jurusan sesuai kebutuhan matrikulasi. Selain itu, alumni Polkesbang yang bekerja di bidang profesional, seperti puskesmas, pusat krisis kesehatan, serta pelatih internal dan eksternal, turut memberikan materi mengenai tindakan dan teknis pelaksanaan kerelawanan. Beberapa demisioner KSR yang telah berpengalaman di bidangnya juga dilibatkan sebagai pemateri tambahan," ujar Chandra.
Komandan KSR PMI Poltekkes Kemenkes Palembang, Syabil Nafiun Lighairi, menjelaskan bahwa Diksar merupakan syarat wajib bagi seluruh calon anggota untuk dapat bergabung dalam kepengurusan KSR. Kegiatan tersebut bertujuan membentuk calon relawan yang memahami makna kerelawanan, menguasai materi dasar yang dibutuhkan, serta mampu menerapkannya dalam kondisi mendesak, khususnya saat terjadi bencana.
Menurut Syabil, pelaksanaan Diksar juga menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas anggota KSR untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Hal tersebut terlihat dari berbagai capaian KSR PMI Unit Polkesbang, di antaranya meraih penghargaan UKM Teraktif di Poltekkes Kemenkes Palembang serta Juara 1 dan Juara 2 lomba Emergency Nursing tingkat nasional.
"Selain berprestasi, anggota KSR PMI Unit Polkesbang juga telah dipercaya menjadi delegasi PMI Kota Palembang dalam penanganan bencana di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Barat," kata Syabil. Minggu, 30 Agustus 2026.
Anggota KSR juga kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan PMI Kota Palembang dan PMI Provinsi Sumatera Selatan, sehingga Diksar tidak hanya menjadi tahapan masuk organisasi tetapi menjadi modal bagi anggota untuk mengembangkan kemampuan, berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan, dan memperkuat peran PMI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....