PLN Perkuat Ekonomi Sirkular Palembang melalui Gerobak Listrik GEMPITA

  • 31 Agt 2026 22:54 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • PLN menyerahkan GEMPITA kepada Yayasan Qur’anic Farm Indonesia untuk memperluas pengumpulan sampah anorganik di Palembang.
  • Sampah diubah menjadi sumber nilai ekonomi melalui pengolahan plastik dan material anorganik menjadi produk daur ulang serta bahan bangunan.
  • Program mengintegrasikan lingkungan dan pendidikan, dengan hasil pengelolaan sampah dimanfaatkan untuk mendukung fasilitas pendidikan anak yatim dan dhuafa.

RRI.CO.ID, Palembang - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (UID S2JB) menyerahkan satu unit Gerobak Listrik Sampah Pendidikan Kita (GEMPITA) kepada Yayasan Qur’anic Farm Indonesia di Desa Qur’anic Farm, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, Senin 31 Agustus 2026.

GEMPITA menjadi sarana transportasi ramah lingkungan untuk memperluas dan mempercepat pengumpulan sampah anorganik dari masyarakat. Kendaraan listrik tersebut akan digunakan untuk menjemput sedekah sampah dari berbagai lokasi, mulai dari sekolah, instansi pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, hotel, restoran, hingga permukiman warga di Kota Palembang.

Dengan kapasitas angkut mencapai 450 kilogram, GEMPITA dapat membawa berbagai jenis sampah anorganik bernilai ekonomi, seperti plastik, kardus, buku, kertas, dan majalah. Sampah yang terkumpul melalui program “Sedekah Sampah untuk Pendidikan” selanjutnya dipilah dan diolah untuk menghasilkan nilai tambah sekaligus mendukung pendidikan anak yatim dan dhuafa.

Program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN bertajuk “Energi dari Sampah: Terangi Pendidikan Negeri”. Program yang dijalankan bersama Yayasan Qur’anic Farm Indonesia itu mengintegrasikan pengelolaan lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemanfaatan teknologi hijau, dan dukungan terhadap pendidikan.

Sampah plastik yang sebelumnya dipandang sebagai limbah kemudian diolah menjadi berbagai produk ramah lingkungan, termasuk kerajinan serta bahan bangunan berupa paving block, batu bata plastik, dan genteng plastik. Produk hasil pengolahan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan ruang belajar, tempat mengaji, dan fasilitas pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa di Desa Qur’anic Farm.

General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar mengatakan GEMPITA bukan sekadar bantuan sarana transportasi, melainkan bagian dari upaya memperkuat ekosistem usaha pengelolaan sampah agar lebih produktif dan berkelanjutan.

“Melalui GEMPITA, kami ingin membantu memperkuat mata rantai pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Sampah jangan hanya dilihat sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi,” ujar Diksi.

Menurut Diksi, penguatan UMKM dan unit usaha berbasis lingkungan menjadi salah satu kunci agar manfaat program dapat berjalan secara mandiri. PLN mendorong pengelolaan sampah tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan, tetapi berkembang menjadi aktivitas produktif yang menghasilkan produk bernilai jual, menciptakan peluang usaha, dan membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Direktur Yayasan Qur’anic Farm Indonesia, Denny Satria Mandala Putra, menyambut dukungan tersebut sebagai langkah penting untuk memperkuat operasional pengelolaan sampah yang selama ini dikembangkan bersama masyarakat. Ia menyebut kebutuhan sarana angkut menjadi salah satu tantangan dalam memperluas jangkauan layanan.

“Kehadiran GEMPITA sangat membantu kami, terutama untuk memperluas jangkauan pengambilan sampah dari masyarakat, sekolah, rumah tahfiz, dan komunitas. Dengan gerobak listrik ini, proses pengumpulan bisa lebih efektif, biaya operasional dapat ditekan, dan sampah yang terkumpul lebih cepat masuk ke proses pengolahan,” kata Denny.

Selain menyediakan GEMPITA, PLN juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan pengelolaan sampah dan pengembangan produk daur ulang bersama Bank Sampah Indonesia Legacy. Salah satu kegiatan dilakukan melalui pembelajaran pemanfaatan limbah tutup botol plastik menjadi produk furnitur, seperti meja dan kursi, yang memiliki nilai guna, estetika, dan ekonomi.

Yayasan Qur’anic Farm Indonesia sebagai mitra binaan PLN berkomitmen melanjutkan pengembangan program melalui optimalisasi sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan kemitraan, serta penguatan sistem pengumpulan dan pengolahan sampah berbasis masyarakat.

Melalui penguatan rantai pengelolaan sampah tersebut, PLN dan Yayasan Qur’anic Farm Indonesia berharap program ini berkembang menjadi model ekonomi sirkular berbasis pemberdayaan dan pendidikan yang memberikan manfaat sosial, ekonomi, lingkungan serta pendidikan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....