Stand OKU Raih Penghargaan Desain Terbaik di APKASI Expo 2026

  • 29 Agt 2026 22:33 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Stand Kabupaten Ogan Komering Ulu memenangkan penghargaan Best Stand Design Category pada APKASI Otonomi Expo 2026 berkat konsep kearifan lokal yang menampilkan miniatur Goa Harimau.
  • Penghargaan diumumkan pada penutupan acara di Indonesia Convention Exhibition BSD, Serpong, Tangerang, pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
  • Stand OKU menjadi salah satu yang terbaik dari sekitar 120 stand kabupaten dan kota peserta dari seluruh Indonesia yang mengikuti pameran.

RRI.CO.ID, Tangerang - Stand Kabupaten Ogan Komering Ulu meraih penghargaan Best Stand Design Category pada APKASI Otonomi Expo 2026. Penghargaan tersebut diberikan berkat konsep kearifan lokal yang menampilkan miniatur Goa Harimau sebagai daya tarik utama.

Penghargaan diumumkan pada penutupan APKASI Otonomi Expo 2026 di Indonesia Convention Exhibition BSD, Serpong, Tangerang, Sabtu, 29 Agustus 2026. Stand OKU menjadi salah satu yang terbaik dari sekitar 120 stand kabupaten dan kota peserta dari seluruh Indonesia.

Pemkab OKU mengangkat Goa Harimau sebagai tema utama untuk memperkuat identitas daerah dalam pameran berskala nasional. Miniatur situs tersebut menjadi elemen visual yang menonjol sekaligus memperkenalkan sejarah dan kekayaan budaya Bumi Sebimbing Sekundang.

Konsep tersebut tidak hanya menampilkan aspek sejarah, tetapi juga menggabungkannya dengan berbagai potensi unggulan Kabupaten OKU. Pengunjung dapat melihat kerajinan tangan, kain songket, kerajinan resam, batu cincin, batu fosil, madu, hingga makanan khas daerah.

Sekretaris Daerah OKU Alva Elan mengapresiasi penghargaan yang diraih stand Kabupaten OKU. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kekayaan sejarah, budaya, dan potensi lokal dapat dikemas secara kreatif untuk menarik perhatian masyarakat luas.

“Alhamdulillah, penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kabupaten OKU. Kami mengangkat Goa Harimau bukan hanya sebagai situs sejarah, tetapi sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya OKU,” ujar Alva.

Menurut Alva, keikutsertaan dalam APKASI Otonomi Expo tidak semata-mata mengejar penghargaan. Ajang tersebut juga menjadi kesempatan memperluas promosi produk UMKM, kerajinan, kuliner, dan pariwisata Kabupaten OKU.

“Harapan kami, semakin banyak masyarakat di luar daerah yang mengenal OKU, bukan hanya sejarah dan budayanya, tetapi juga berbagai produk unggulan serta potensi yang dimiliki,” katanya.

Penggunaan Goa Harimau sebagai tema utama juga menjadi strategi Pemkab OKU untuk memperkenalkan kekayaan sejarah daerah kepada masyarakat nasional. Identitas tersebut dipadukan dengan produk lokal agar promosi daerah memiliki daya tarik yang lebih luas.

Goa Harimau merupakan kawasan yang menyimpan fosil dan kerangka manusia purba serta jejak peradaban masa lalu. Situs tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang menjadi bagian dari identitas Kabupaten OKU.

Pemkab OKU berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi dalam mempromosikan daerah. Kreativitas dalam mengemas sejarah, budaya, produk lokal, dan pariwisata dinilai penting untuk memperluas peluang pengembangan ekonomi daerah.

Melalui APKASI Otonomi Expo 2026, Kabupaten OKU tidak hanya membawa produk unggulan, tetapi juga memperkenalkan identitas Bumi Sebimbing Sekundang. Penghargaan desain terbaik memperkuat posisi promosi OKU melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal di tingkat nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....