Polda Sumsel Bekali Mahasiswa Tangkal Radikalisme dan Provokasi
- 27 Agt 2026 23:47 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Polda Sumatera Selatan menyelenggarakan seminar wawasan kebangsaan bagi ratusan mahasiswa baru di UIN Raden Fatah Palembang pada 26 Agustus 2026.
- Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat daya tangkal mahasiswa terhadap intoleransi dan radikalisme melalui pemahaman nilai-nilai kebangsaan.
- Seminar menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa serta memperkuat sinergi kepolisian dengan lingkungan perguruan tinggi.
RRI.CO.ID, Palembang - Polda Sumatera Selatan membekali ratusan mahasiswa baru dengan wawasan kebangsaan untuk memperkuat daya tangkal terhadap intoleransi dan radikalisme. Kegiatan berlangsung di UIN Raden Fatah Palembang, Rabu, 26 Agustus 2026.
Seminar tersebut mengangkat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa. Kegiatan juga memperkuat sinergi antara kepolisian dan lingkungan perguruan tinggi.
Mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai ancaman intoleransi, radikalisme, terorisme, serta pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Peserta juga diajak mengenali berbagai narasi provokatif yang berpotensi memecah kehidupan sosial.
Dirbinmas Polda Sumsel Kombes Pol Hari Purnomo memimpin kegiatan dengan menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor. Mereka berasal dari Densus 88, UIN Raden Fatah, FKUB Sumsel, serta Yayasan Pelita Bersatu Indonesia.
Hari menilai mahasiswa memiliki posisi strategis dalam membangun lingkungan sosial yang sehat dan bertanggung jawab. Generasi muda juga dinilai memiliki peran besar dalam menjaga persatuan melalui kemampuan berpikir kritis.
“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral sebagai agen perubahan,” ujarnya. “Mahasiswa harus kritis, mampu memilah informasi, serta waspada terhadap narasi provokatif yang dapat memecah persatuan,” katanya.
Menurut Hari, pencegahan intoleransi dan radikalisme tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat keamanan. Perguruan tinggi, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan berbagai unsur lain perlu terlibat melalui pendekatan edukatif.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun lingkungan kampus yang memiliki ketahanan terhadap paham yang memecah persatuan. Kampus juga diharapkan melahirkan generasi toleran yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyebut edukasi kebangsaan sebagai bagian dari strategi pencegahan. Pendekatan tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat ketahanan sosial generasi muda.
“Penguatan wawasan kebangsaan kepada generasi muda merupakan investasi sosial untuk menjaga persatuan dan membangun toleransi,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya daya tangkal masyarakat terhadap berbagai paham yang mengancam keutuhan bangsa.
Polda Sumsel berencana melanjutkan edukasi, komunikasi publik, dan kerja sama dengan berbagai unsur masyarakat. Dunia pendidikan menjadi salah satu fokus untuk membentuk generasi kritis, toleran, dan peduli terhadap keamanan lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....