Polda Sumsel Apresiasi Wisuda Akbar 10.000 Santri di Palembang

  • 27 Agt 2026 00:25 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Polda Sumatera Selatan mengapresiasi pelaksanaan Tasyakuran 10.000 Santri Bebas Buta Aksara Al-Qur'an dan Wisuda Akbar 2026 di Palembang Sport and Convention Center pada Selasa 25 Agustus 2026.
  • Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya hadir mewakili Polda Sumsel dalam kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB.
  • Kegiatan ini menjadi momentum merayakan keberhasilan ribuan santri dalam menyelesaikan pendidikan baca tulis Al-Qur'an dan melibatkan tokoh agama serta pengurus lembaga keagamaan.

RRI.CO.ID, Palembang - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan mengapresiasi pelaksanaan Tasyakuran 10.000 Santri Bebas Buta Aksara Al-Qur’an dan Wisuda Akbar 2026 yang digelar di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Jalan Pom IX, Palembang, Selasa 25 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum merayakan keberhasilan ribuan santri dalam menyelesaikan pendidikan baca tulis Al-Qur’an.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, hadir mewakili Polda Sumsel dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut. Rangkaian acara tersebut bersama tokoh agama, pengurus lembaga keagamaan serta masyarakat.

Kegiatan turut dihadiri Ketua Umum DPW BKPRMI Sumsel Firdaus, jajaran pengurus Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumsel serta perwakilan dari kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan.

Nandang mengatakan, Polda Sumsel menyambut baik pelaksanaan wisuda akbar tersebut. Menurutnya, kegiatan pendidikan Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan memiliki nilai moral yang kuat.

“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya wisuda akbar ini sebagai wujud pembinaan karakter generasi muda yang berakhlak mulia,” ujar Nandang.

Ia menambahkan, kehadiran kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya organisasi keagamaan. Hubungan yang baik antara aparat penegak hukum dan masyarakat dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

Nandang menegaskan, Polri terus membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan di Sumatera Selatan. “Sinergi yang kuat antara kepolisian dan para tokoh agama sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas yang tetap kondusif di Sumatera Selatan,” katanya.

Rangkaian Tasyakuran 10.000 Santri Bebas Buta Aksara Al-Qur’an dan Wisuda Akbar 2026 kemudian ditutup dengan prosesi wisuda dan doa bersama. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong penguatan pendidikan keagamaan sekaligus mendukung terciptanya generasi muda yang berkarakter dan berakhlak mulia di Sumatera Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....