Integrasi CKG dan Tracing TB Palembang Perkuat Sinkronisasi Data Kesehatan

  • 26 Agt 2026 08:14 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kota Palembang memperkuat integrasi penemuan kasus tuberkulosis dengan Program Cek Kesehatan Gratis melalui koordinasi lintas sektor.
  • Sinkronisasi data kependudukan dan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional menjadi kunci dalam memastikan masyarakat terhubung dengan layanan kesehatan yang sesuai.
  • Integrasi data dinilai penting untuk mendukung proses penemuan kasus hingga penanganan pasien tuberkulosis secara berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Palembang - Integrasi penemuan kasus tuberkulosis (TB) dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Palembang diperkuat melalui koordinasi lintas sektor, terutama dalam memastikan sinkronisasi data kependudukan dan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang teridentifikasi membutuhkan pelayanan kesehatan dapat segera terhubung dengan layanan yang sesuai. Integrasi data dinilai penting untuk mendukung proses penemuan kasus hingga penanganan pasien secara berkelanjutan.

Kegiatan Tracing Tuberkulosis Terintegrasi CKG berlangsung di lokus Puskesmas Sukarami, Jalan Perindustrian II Joglo-Sukarami Indah RT 08 RW 03, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang, Senin 24 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dan Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus. Keduanya melihat langsung pelaksanaan penemuan kasus TB yang terintegrasi dengan program CKG di wilayah Kota Palembang.

BPJS Kesehatan Cabang Palembang turut hadir bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait. Dalam pelaksanaannya, BPJS Kesehatan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk memastikan koneksi dan kesesuaian data peserta JKN.

Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus menekankan pentingnya sinkronisasi data antarlembaga agar masyarakat tidak mengalami kendala ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Data Dukcapil harus sinkron agar ketika terhubung ke BPJS Kesehatan tidak menimbulkan kendala bagi masyarakat. Karena itu, dalam kegiatan seperti ini perlu ada Dukcapil, Dinas Sosial, dan BPJS Kesehatan, terutama ketika dilakukan pengecekan data peserta PBI,” ujar Benyamin.

Menurutnya, keterhubungan data kependudukan, kepesertaan JKN, dan informasi pelayanan kesehatan dapat membantu petugas di lapangan memperoleh data yang lebih akurat. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan pelayanan dapat segera mendapatkan tindak lanjut sesuai kondisi dan kebutuhannya.

Integrasi skrining TB ke dalam Program CKG juga menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia sekaligus upaya memperkuat strategi eliminasi TB. Penemuan kasus tidak hanya diarahkan pada pemeriksaan, tetapi juga memastikan masyarakat yang teridentifikasi dapat terhubung dengan sistem pelayanan.

Proses tersebut penting karena penanganan TB membutuhkan kesinambungan, mulai dari penemuan kasus, diagnosis, pengobatan, hingga pemantauan kepatuhan pasien menjalani terapi. Dukungan lintas sektor diharapkan dapat memperkuat setiap tahapan penanganan tersebut.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang Muhammad Fakhriza yang diwakili Kepala Bagian Penjaminan Manfaat dan Utilisasi Syska Mayasari mengatakan, validasi data peserta JKN merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila terdapat perubahan data kepesertaan.

“Validasi data peserta itu sangat penting. Untuk itu, kami selalu mengedukasi peserta JKN untuk segera melapor jika terdapat perubahan data,” katanya. Ia menyebut masyarakat dapat memanfaatkan kanal administrasi seperti WhatsApp Pandawa di nomor 0811-8165-165, aplikasi Mobile JKN serta loket BPJS Kesehatan di Mal Pelayanan Publik.

Dengan integrasi CKG dan tracing TB yang didukung sinkronisasi data lintas sektor, pemerintah berharap penemuan kasus dapat dilakukan lebih dini dan masyarakat lebih cepat memperoleh penanganan. Langkah ini sekaligus memperkuat upaya membangun pelayanan kesehatan yang terhubung dan responsif di Kota Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....