Wamenkes Tinjau RSUD Palembang BARI, Fokus Percepatan Penanganan TB Nasional
- 26 Agt 2026 07:55 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus meninjau RSUD Palembang BARI pada Senin 24 Agustus 2026 untuk mengkaji kesiapan layanan rujukan dan percepatan penanganan tuberkulosis.
- Indonesia masih menghadapi beban kasus tuberkulosis yang tinggi, mencapai sekitar 10 persen dari total kasus TB di dunia, memerlukan langkah luar biasa untuk penemuan dan penanganan pasien.
- Percepatan pemberantasan TB merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang menjadi fokus utama dalam penguatan sistem kesehatan nasional.
RRI.CO.ID, Palembang - Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, meninjau langsung kesiapan layanan RSUD Palembang BARI, Senin 24 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, fokus utama diarahkan pada penguatan layanan rujukan sekaligus percepatan penanganan tuberkulosis (TB) sebagai salah satu program prioritas pemerintah.
Benjamin mengatakan, percepatan pemberantasan TB menjadi perhatian pemerintah karena Indonesia masih menghadapi beban kasus yang tinggi. Menurutnya, sekitar 10 persen kasus TB dunia berada di Indonesia sehingga diperlukan langkah luar biasa untuk mempercepat penemuan dan penanganan pasien.
“Kita lakukan extraordinary karena kasus TB Indonesia nomor dua di dunia, dengan 10 persen kasus TB di dunia ada di Indonesia, sekaligus percepatan penanganan tuberkulosis (TB) sebagai salah satu program prioritas pemerintah.” ujar Benjamin.
Menurut Benjamin, penanganan pasien TB yang sudah ditemukan dan diobati selama ini relatif baik, dengan cakupan pengobatan serta kepatuhan minum obat mencapai lebih dari 90 persen. Tantangan berikutnya adalah menemukan kasus yang belum terdiagnosis dan mencegah penularan di lingkungan keluarga.
Pemerintah akan mengoptimalkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan pemeriksaan paru melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama. Jika ditemukan kelainan paru, pasien dapat segera diperiksa dan ditangani, sementara anggota keluarga yang berisiko tertular dapat memperoleh obat pencegahan.
Sementara itu, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengatakan, pemerintah kota akan menindaklanjuti arahan pemerintah pusat dengan memperkuat peran Dinas Kesehatan dan puskesmas. Ia meminta jajaran di lapangan serius menjalankan langkah percepatan pemberantasan TB.
“Khususnya puskesmas yang berada di lapangan, benar-benar ini diseriusi,” kata Ratu Dewa. Ia menambahkan, langkah tersebut akan menjadi prioritas Pemerintah Kota Palembang dalam upaya menekan penyebaran TB, termasuk melakukan evaluasi dalam dua bulan ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....