Kemenag Gaungkan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Al- Qur’an
- 26 Agt 2026 07:25 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang- Kementerian Agam melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menggaungkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Palembang. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Amien Suyitno,. saat menghadiri Tasyakuran 10 Ribu Santri Bebas Buta Aksara Al Quran dan Wisuda Akbar 2026 TKA/TPA Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al-Qur'an (LPPTKA) BKPRMI Sumatera Selatan di Palembang Sport & Convention Center (PSCC), Selasa 25 Agustus 2026.
Dalam kegiatan itu, Suyitno juga menegaskan tingginya kemuliaan serta limpahan pahala bagi para pengajar Al-Qur'an. Pesan penuh keteladanan tersebut disampaikannya di hadapan ribuan santri, ustadz-ustadzah, serta jajaran pejabat daerah
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya. Pahala bagi mereka yang mengajar dan membantu guru-guru ngaji sangatlah besar,” pesan Suyitno.
Dirjen Pendis membakar semangat para pendidik Al-Qur'an agar senantiasa ikhlas dan bangga atas keahlian serta pengabdian yang dijalani dalam mengentaskan buta aksara Al-Qur'an. “Jangan pernah mengeluh apalagi sekadar berpikir duniawi, Sebab jika kebaikan dan kemuliaan akhirat sudah kita dapatkan, kebahagiaan serta kesejahteraan dunia pun insyaallah akan mengikutinya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Suyitno memaparkan, Kementerian Agama terus mendorong penguatan karakter peserta didik melalui pilar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Salah satu manifestasi utamanya penanaman nilai rukun cinta lingkungan yang melahirkan konsep Ekoteologi,
Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, Kemenag berupaya menanamkan nilai rukun cinta, salah satunya cinta lingkungan yang melahirkan ajaran Ekoteologi. Konsep ini mendidik kita untuk merawat alam dan menanam kehidupan bagi generasi mendatang.
“Yakni menjadikan alam bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan mitra kehidupan yang harus dicintai dan dijaga keasriannya. Ekotelogi yaitu pendidikan keagamaan yang mengajarkan kepedulian terhadap kelestarian alam,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang hadir langsung memberikan apresiasi penuh atas kegiatan ini. Ia menegaskan dukungan total pemerintah daerah terhadap penguatan sarana pendidikan Al-Qur'an dan kelestarian lingkungan di Sumsel.
“Pemerintah provinsi juga memfasilitasi pencetakan buku kurikulum serta legalitas TPA di seluruh daerah. Fasiltas itu merupakan bentuk dukungan total pemerintah daerah dalam sarana pendidikan Al- Qur’an,” katanya.
Dukungan tersebut diperjelas oleh Ketua Umum DPW BKPRMI Sumsel, Firdaus, saat menyampaikan laporan pelaksanaan program terobosan BKPRMI yang berbasis digital dan aksi nyata. BKPRMI kini meluncurkan aplikasi Mengaji untuk memantau capaian santri yang targetnya menjangkau 1,5 juta anak di Sumsel.
“Kami juga siap mendistribusikan buku Kurikulum Ekoteologi, memasang 2.500 pelang TPA Tahfiz dengan dukungan penuh Bapak Gubernur. Hingga membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk mengawal sengketa lahan masjid, madrasah, dan pesantren,” ungkap Firdaus.
Kemeriahan tasyakuran dan wisuda akbar ini dihadiri oleh 2.000 santri secara offline di PSCC dan 8.000 santri secara online dari 17 kabupaten/kota se-Sumsel. Turut hadir jajaran Forkopimda Sumsel, para Bupati/Walikota, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan, Rektor UIN Raden Fatah Palembang Muhammad Adil, serta Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang Mukmin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....