Sumsel Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca Manfaatkan Potensi Awan Hujan
- 26 Agt 2026 09:04 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang- Sumatera Selatan kembali mempersiapkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). OMC dilakukan dalam memanfaatkan potensi pertumbuhan awan hujan pada 27-28 Agustus 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel akan mengarahkan penyemaian awan ke sejumlah wilayah yang memiliki riwayat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tinggi. Di antaranya Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Muara Enim, PALI hingga Palembang.
“Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat potensi pertumbuhan awan pada 27 atau 28 Agustus mendatang. Mudah-mudahan apa yang disampaikan BMKG ini memang tumbuh awan hujan dan bisa digunakan untuk penyemaian OMC,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sumsel Muhammad Iqbal Alisyahbana, Selasa 25 Agustus 2026.
Potensi tersebut akan dimanfaatkan untuk pelaksanaan OMC apabila awan yang terbentuk memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian. “Penyemaian akan diarahkan ke wilayah yang karhutlanya tinggi,” ujar Iqbal.
Menurut Iqbal, pesawat yang disiapkan BNPB di Sumsel memiliki fungsi ganda. Pesawat tersebut akan digunakan untuk pelaksanaan OMC ketika terdapat awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
Namun, jika kondisi atmosfer tidak memungkinkan untuk penyemaian, pesawat akan digunakan untuk melakukan pemantauan. "Ketika ada potensi awan, dia menjadi pesawat untuk OMC. Tapi ketika potensi awan hujan tidak ada, dia menjadi untuk kontrol," jelasnya.
Iqbal mengatakan, sasaran OMC akan diprioritaskan pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi. Sejumlah daerah yang menjadi perhatian antara lain OKI, Banyuasin, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Muara Enim, PALI dan Palembang.
"Potensi awan yang dibidik itu awan hujan yang muncul. Harapannya di OKI, Banyuasin, Palembang, terutama daerah-daerah yang memiliki histori kebakaran banyak," katanya.
Menurutnya, pelaksanaan OMC menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menghadapi kondisi kering yang meningkatkan risiko karhutla di Sumsel.
Hujan yang dihasilkan dari penyemaian awan diharapkan dapat membasahi lahan yang kering sekaligus membantu menambah ketersediaan sumber air bagi tim pemadam di lapangan.
Iqbal menegaskan, pelaksanaan OMC tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan keberadaan awan yang memenuhi kriteria untuk disemai. "Mudah-mudahan awan hujan tumbuh," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....