Gubenur Sumsel Herman Deru Ajak Cipayung Plus Terlibat Tangani Karhutla Sumsel
- 25 Agt 2026 21:28 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengajak mahasiswa Cipayung Plus untuk terlibat aktif dalam Satgas Penanganan Karhutla Sumsel karena risiko kebakaran masih tinggi.
- Ajakan tersebut disampaikan saat penerimaan audiensi perwakilan Cipayung Plus di Kantor Gubernur Sumsel pada Senin, 24 Agustus 2026.
- Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan, pengawasan, dan mitigasi Karhutla di lapangan melalui pendekatan lintas sektor.
RRI.CO.ID, Palembang - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengajak mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus terlibat langsung dalam Satgas Penanganan Karhutla Sumsel. Ajakan tersebut disampaikan karena risiko kebakaran masih tinggi dan penanganan membutuhkan dukungan lintas sektor.
Herman Deru menyampaikan ajakan itu saat menerima audiensi perwakilan Cipayung Plus Sumsel di Ruang Rapat Bina Praja, Kantor Gubernur Sumsel, Senin, 24 Agustus 2026. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dapat memperkuat upaya pencegahan, pengawasan, dan mitigasi Karhutla di lapangan.
Herman Deru mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap ancaman Karhutla yang meningkat selama musim kemarau. Menurutnya, pemerintah membutuhkan masukan dan dukungan berbagai pihak untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan efektif.
“Saya bangga sekali dengan perhatian adik-adik Cipayung Plus. Pemprov Sumsel butuh masukan dari semua pihak agar langkah pencegahan dan penanggulangan ini tidak sia-sia,” ujar Herman Deru.
Herman Deru mengatakan terdapat 10 kabupaten di Sumsel yang memiliki potensi kebakaran dengan tingkat risiko berbeda. Kondisi tersebut membutuhkan pengawasan dan kesiapsiagaan secara berkelanjutan dari pemerintah bersama masyarakat.
Ia juga mengundang perwakilan Cipayung Plus untuk melihat langsung kondisi posko komando Satgas Karhutla Sumsel. Kunjungan tersebut diharapkan memberikan pemahaman mengenai langkah penanganan dan kondisi kebakaran di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M. Iqbal Alisyahbana mengatakan penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu melalui langkah promotif, preventif, hingga rehabilitatif. Strategi tersebut melibatkan berbagai unsur untuk mempercepat pencegahan dan penanganan kebakaran.
Berdasarkan data BPBD Sumsel periode 1 Januari hingga 23 Agustus 2026, tercatat 1.723 kejadian Karhutla. Hingga 23 Agustus, masih terdapat 53 titik kejadian yang tersebar di 13 kabupaten dan kota.
Iqbal mengatakan pemerintah telah memperkuat kesiapsiagaan melalui pembangunan posko dan pengerahan personel gabungan. Sebanyak 1.101 posko Karhutla telah didirikan dan 11.026 personel gabungan disiagakan.
“Berbagai aksi tengah dilakukan, di antaranya pemadaman darat, water bombing, pemantauan udara, pendinginan lahan, hingga Operasi Modifikasi Cuaca,” ungkap Iqbal.
Sementara itu, Ketua PMII Sumsel Syaidina Ali menyambut baik keterbukaan Pemprov Sumsel untuk melibatkan mahasiswa dalam penanganan Karhutla. Ia mengatakan Cipayung Plus siap berkontribusi dalam upaya mitigasi bencana di lapangan.
“Tuntutan kami lahir dari kekhawatiran atas meningkatnya risiko ISPA serta terganggunya aktivitas persekolahan anak-anak akibat asap Karhutla. Kami sepakat tidak sekadar memprotes, tetapi siap bersinergi membantu mitigasi bencana di lapangan,” tegas Syaidina Ali.
Menurut Syaidina, mahasiswa memiliki ruang untuk membantu pemerintah dalam menyampaikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan Karhutla. Keterlibatan tersebut juga diharapkan memperkuat pengawasan terhadap potensi kebakaran di wilayah rawan.
Pertemuan Pemprov Sumsel dan Cipayung Plus menjadi bagian dari penguatan kolaborasi menghadapi ancaman Karhutla. Sinergi pemerintah, mahasiswa, aparat, dan masyarakat diharapkan mempercepat respons sekaligus mengurangi dampak kebakaran terhadap kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....