Palembang Dikepung Udara Buruk, Warga Diminta Pakai Masker
- 17 Agt 2026 07:50 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Indeks Kualitas Udara (AQI) Palembang menyentuh angka 104 dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 10,7 kali lipat di atas batas panduan tahunan WHO.
- Wilayah Sumatera bagian selatan, termasuk Palembang, masih minim curah hujan dengan suhu udara panas menyengat mencapai 36 derajat Celsius.
- Warga, terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan, diwajibkan menggunakan masker serta membatasi aktivitas fisik di luar ruangan.
RRI.CO.ID, Palembang - Langit Palembang pagi ini tampak samar diselimuti kabut tipis yang bukan berasal dari embun pagi. Hirupan udara segar yang biasa dinikmati warga kini berganti ancaman kesehatan setelah kualitas udara di ibu kota Sumatera Selatan ini berada pada kategori kurang sehat.
Kondisi gersang dan minimnya curah hujan di wilayah Sumatera bagian selatan makin memperkeruh keadaan. Di saat wilayah utara Sumatera mulai diguyur hujan, Palembang justru masih dipanggang suhu udara terik yang diperkirakan menembus 36 derajat Celsius.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat Indeks Kualitas Udara (AQI) Palembang menyentuh angka 104. Tingkat polusi ini dipicu oleh tingginya konsentrasi partikel debu halus PM2.5 yang tercatat sebesar 53,3 mikrogram per meter kubik—sebuah angka mengkhawatirkan karena mencapai 10,7 kali lipat dari batas panduan tahunan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Prakirawan BMKG Palembang, Bela, menjelaskan bahwa ketimpangan distribusi hujan di Pulau Sumatera menjadi salah satu pemicu utama belum membaiknya kualitas udara di bagian selatan.
"Berdasarkan data kualitas udara pagi ini, indeks kualitas udara atau AQI di Palembang berada di angka 104. Sementara konsentrasi PM2.5 tercatat 53,3 mikrogram per meter kubik," kata Bela dalam siaran Info Cuaca RRI, Senin, 17 Agustus 2026.
Selain partikel PM2.5, pengukuran instrumen BMKG juga menunjukkan konsentrasi PM10 berada di angka 28,5 mikrogram per meter kubik, Ozon (O₃) 54,3 mikrogram, Nitrogen Dioksida (NO₂) 45,8 mikrogram, dan Sulfur Dioksida (SO₂) sebesar 16,8 mikrogram per meter kubik.
Meski peluang hujan hari ini berada di kisaran 60 persen, pasokan air dari langit tersebut dinilai belum cukup merata untuk membilas tumpukan polutan di udara.
Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan diimbau tidak mengabaikan risiko ini. Penggunaan masker menjadi pelindung mutlak, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, demi menekan dampak buruk paparan polusi bagi kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....