Maknai Kemerdekaan dengan Pendidikan dan Kebaikan

  • 12 Agt 2026 12:16 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Syukur adalah ketika kebaikan kecil bisa menumbuhkan hasil yang besar diwujudkan dalam tindakan seseorang termasuk dalam menggunakan waktu dan hartanya.
  • Bentuk syukur atas kemerdekaan bukan hanya mengedepankan kesenangan atau hiburan semata apalagi melakukan kegiatan kemaksiatan seperti pesta, judi dan narkoba,
  • Mari kita syukuri nikmat kemerdekaan ini dengan sebenar benarnya agar Indonesia tetap rukun dan damai dengan mendoakan para pahlawan kita, mengaplikasikan syukur dengan beragam bidang masing masing

RRI.CO.ID, Palembang - Syukur atas kemerdekaan tidak cukup diwujudkan melalui perayaan dan hiburan, tetapi harus diterapkan dalam tindakan positif. Ustaz Paidi, Penyuluh Agama Islam Kabupaten Lahat, menyampaikan hal tersebut dalam acara Mutiara Pagi melalui telepon di Studio Pro 1 RRI Palembang, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Ustaz Paidi menjelaskan, dalam teologi Islam, syukur memiliki kedudukan tinggi karena menjadi perintah sekaligus bentuk pengakuan terhadap nikmat Allah. Ia mengingatkan janji Allah bahwa orang yang bersyukur akan mendapatkan tambahan nikmat, sedangkan kufur nikmat mendatangkan azab.

Menurut Ustaz Paidi, syukur juga merupakan bentuk ibadah yang murni sebagai wujud pengakuan atas nikmat yang diterima. Ia menilai kemerdekaan Indonesia menjadi salah satu nikmat yang patut disyukuri dengan cara yang diridai Allah.

“Bentuk syukur atas kemerdekaan bukan hanya mengedepankan kesenangan atau hiburan semata,” terang Ustaz Paidi. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengisi perayaan kemerdekaan dengan kegiatan yang melanggar moral dan syariat.

Ustaz Paidi mengajak masyarakat memilih kegiatan perayaan kemerdekaan yang mendidik dan memberikan manfaat. Menurutnya, masyarakat dapat mengisi kemerdekaan dengan bekerja keras, meningkatkan pendidikan, dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia.

Ia mengatakan kemerdekaan juga perlu dimaknai sebagai upaya membebaskan bangsa dari ketergantungan asing dalam berbagai bidang. Menurutnya, perjuangan tersebut mencakup kemandirian ekonomi, budaya, dan ideologi tanpa meninggalkan nilai agama.

Ustaz Paidi menegaskan, upaya mengejar ketertinggalan dari bangsa lain tidak berarti mengabaikan nilai keimanan. Masyarakat tetap perlu mendekatkan diri kepada Allah melalui ketaatan dan ketakwaan dalam menjalankan kehidupan.

Ia merujuk Surah Al-A'raf ayat 96 yang menjelaskan janji Allah terhadap penduduk negeri yang beriman dan bertakwa. Menurutnya, keberkahan suatu bangsa berkaitan dengan kepedulian masyarakat terhadap nilai halal dan haram dalam kehidupan.

Ustaz Paidi mengingatkan masyarakat agar tidak mengutamakan keuntungan ekonomi dengan mengabaikan dampak buruk bagi kehidupan sosial. Ia menilai keberkahan sulit diharapkan jika masyarakat membiarkan berbagai aktivitas yang bertentangan dengan nilai agama.

“Mari kita syukuri nikmat kemerdekaan ini dengan sebenar-benarnya agar Indonesia tetap rukun dan damai,” pesannya. Ia mengajak masyarakat mendoakan para pahlawan, mengaplikasikan rasa syukur melalui bidang masing-masing, dan mencintai tanah air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....