ABK 16 Tahun Tenggelam di Perairan Muara Lalan Muba
- 10 Agt 2026 15:15 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Tim SAR gabungan membagi pencarian menjadi dua sektor dengan total area sekitar 10 kilometer persegi
- Basarnas mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di perairan untuk mengutamakan keselamatan dan menggunakan alat pelindung
- M. Firliansyah, 16 tahun, dilaporkan tenggelam setelah diduga terjatuh dari kapal jukung di Muara Lalan
RRI.CO.ID, Muba - Tim SAR gabungan masih mencari seorang anak buah kapal berusia 16 tahun yang tenggelam di perairan Muara Lalan, Musi Banyuasin. Korban, M. Firliansyah, diduga terjatuh dari kapal saat hendak mengisi bahan bakar pada Sabtu, 8 Agustus 2026 malam.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di perairan Desa Perumpung Raya, Kecamatan Lalan. Saat itu, Firliansyah bersama pamannya, Supri, berlayar menggunakan kapal jukung Juwita untuk mengangkut paket JNT.
Kapal tersebut bergerak dari Dermaga PU menuju kawasan P6 sebelum mengalami mati mesin di perairan Muara Lalan. Mesin kapal berhenti setelah persediaan bahan bakar habis sehingga nakhoda meminta korban mengisi BBM.
Firliansyah kemudian berjalan dari bagian depan menuju belakang kapal untuk mengambil atau mengisi bahan bakar. Korban diduga terpeleset hingga jatuh ke dalam air dan tenggelam karena tidak bisa berenang.
Basarnas Kantor SAR Palembang menerima laporan kejadian tersebut pada Minggu, 9 Agustus 2026 sekitar pukul 11.45 WIB. Tim SAR kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan pertolongan.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas, TNI AL, Polair, BPBD, dan masyarakat setempat. Tim gabungan membagi pencarian menjadi dua sektor untuk memperluas jangkauan penyisiran.
Tim pertama menyisir permukaan air secara visual menggunakan perahu karet dan speed boat ke arah barat. Area pencarian sektor pertama mencapai sekitar enam kilometer persegi.
Tim kedua bergerak ke arah tenggara dengan luas pencarian sekitar empat kilometer persegi. Petugas menyisir permukaan perairan dengan mempertimbangkan kondisi arus dan situasi di lokasi.
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin mengatakan tim terus mengoptimalkan pencarian dengan mengerahkan seluruh potensi SAR yang tersedia. Pembagian sektor dilakukan agar area pencarian dapat dijangkau secara lebih maksimal.
"Kami mengoptimalkan seluruh potensi SAR yang ada untuk melakukan pencarian terhadap korban. Tim dibagi menjadi beberapa sektor agar area pencarian dapat dijangkau secara maksimal," ujar Raymond.
Raymond mengatakan kondisi perairan dan jarak pandang menjadi pertimbangan selama operasi berlangsung. Arus serta keselamatan personel juga diperhatikan sebelum tim menentukan langkah pencarian berikutnya.
Basarnas mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di sungai dan perairan untuk mengutamakan keselamatan. Penggunaan alat keselamatan juga diperlukan, terutama ketika kondisi cuaca dan perairan tidak mendukung aktivitas pelayaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....