Niat Cari Air saat Kemarau, Sumur Bor Petani Banyuasin Diduga Keluar Batu Bara
- 10 Agt 2026 11:15 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Petani di Desa Lebung, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah selama musim kemarau.
- Upaya membuat sumur bor sebagai solusi sumber air alternatif justru diduga menghasilkan material menyerupai serpihan batu bara sehingga belum dapat diandalkan.
- Sawah yang berada jauh dari aliran Sungai Musi masih mengalami kekeringan karena keterbatasan akses air irigasi.
RRI.CO.ID, Banyuasin – Petani di Desa Lebung, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah selama musim kemarau. Upaya membuat sumur bor sebagai sumber air alternatif justru diduga menghasilkan material menyerupai serpihan batu bara.
Kondisi tersebut membuat petani belum dapat mengandalkan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian. Sementara itu, sawah yang berada jauh dari aliran Sungai Musi masih mengalami kekeringan.
Salah seorang petani Desa Lebung, Irwansyah, mengatakan pembuatan sumur bor menjadi pilihan karena sumber air dari Sungai Musi cukup jauh dari lahan pertanian. Petani berharap keberadaan sumur dapat membantu memenuhi kebutuhan air saat kemarau.
“Sumur bor menjadi salah satu alternatif karena Sungai Musi cukup jauh,” ujar Irwansyah, di Rantau Bayur, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurut Irwansyah, kondisi sawah saat ini masih kering dan sebagian lahan mengalami retakan pada permukaan tanah. Tanaman padi yang masih bertahan juga menunjukkan pertumbuhan yang kurang optimal akibat terbatasnya pasokan air.
Petani yang lahannya berada di dekat anak Sungai Musi masih dapat melakukan pompanisasi untuk mendapatkan air. Namun, kondisi berbeda dialami petani yang memiliki lahan lebih jauh dari sumber air tersebut.
“Sekarang sawah masih kekeringan,” katanya.
Irwansyah menyebut sebagian petani masih memiliki tanaman padi, tetapi tidak seluruh lahan dapat ditanami. Ada lahan yang baru ditanami sebagian dan ada pula yang kondisinya belum memungkinkan untuk dilanjutkan.
Kondisi tersebut membuat petani harus mencari alternatif lain untuk menyelamatkan tanaman yang masih ada. Namun, apabila sumber air dari sumur bor tidak dapat dimanfaatkan, petani akan semakin kesulitan memenuhi kebutuhan pengairan sawah.
Petani berharap pemerintah setempat bersama penyuluh pertanian dapat membantu mencari solusi terhadap persoalan air tersebut. Penanganan diperlukan agar lahan pertanian tetap dapat dimanfaatkan dan tanaman padi tidak semakin terdampak kekeringan.
Selain persoalan air, material yang diduga keluar dari pengeboran juga menjadi perhatian petani. Kondisi sumur bor tersebut perlu diperiksa lebih lanjut untuk memastikan jenis material yang ditemukan serta menentukan apakah sumber air tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....