Api Hanguskan 25 Hektare Lahan di Ogan Ilir, Pemadaman Tembus Dini Hari

  • 08 Agt 2026 22:20 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Tim gabungan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas ±25 hektare di Desa Palemraya, Inderalaya Utara, Ogan Ilir.
  • Pemadaman marathon berlangsung selama lebih dari 7 jam—mulai pukul 19.00 WIB hingga 02.30 WIB dini hari—melibatkan Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat.
  • Api utama berhasil dikendalikan, namun petugas terus melakukan pendinginan pada titik-titik asap guna mengantisipasi rembetan di atas lahan semak belukar dan kayu gelam yang mengering.

RRI.CO.ID, Ogan Ilir - Angin malam yang bertiup kencang melipatgandakan ancaman api di Desa Palemraya, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Lahan kering seluas kurang lebih 25 hektare mendadak membara, melalap habis hamparan semak belukar, ilalang, hingga vegetasi kayu gelam.

Menghadapi amuk si jago merah, tim gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, BPBD Ogan Ilir, BPBD Sumsel, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) dikerahkan melakukan operasi pemadaman maraton. Pengepungan api berlangsung sejak Jumat, 7 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB dan baru berhasil dijinakkan menjelang Sabtu dini hari pukul 02.30 WIB.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Rizka Aprianti, memimpin langsung operasi penanggulangan di tengah pekatnya asap malam untuk memastikan alur mitigasi berjalan tanpa hambatan.

"Tim gabungan bersama-sama melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi. Kondisi lahan yang didominasi semak belukar, kayu gelam, ilalang, dan rumput kering membuat api sangat mudah menjalar. Karena itu, seluruh unsur yang terlibat harus bersinergi dan terus melakukan pemantauan sampai kondisi benar-benar aman," tegas Rizka di lokasi kebakaran.

Guna mengisolasi titik api agar tidak merembet ke pemukiman warga, tim gabungan mengerahkan armada mobil tangki suplai air, kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC) milik Polri, mesin pompa jinjing, hingga peralatan pemadam manual.

Kendati kepala api berhasil dipadamkan secara umum, struktur tanah dan vegetasi kering membuat bara bawah tanah masih menyisakan potensi kebakaran susulan.

Kabag Ops Polres Ogan Ilir, AKP Suganda, yang mendampingi di lapangan menegaskan bahwa fokus petugas kini bergeser pada penyiraman intensif (cooling down).

"Kami mengoptimalkan penggunaan sarana yang tersedia, baik AWC, mobil tangki, mesin pompa maupun peralatan manual. Fokus kami sekarang memastikan titik-titik yang masih mengeluarkan asap disiram total, sehingga potensi api kembali membesar dapat diminimalisir," jelas Suganda.

Tantangan penanganan karhutla di wilayah Sumatera Selatan tak lepas dari kombinasi cuaca terik dan tingginya kerawanan lahan gamang yang mudah terbakar.

Kasi Humas Polres Ogan Ilir, Iptu Mansyur, mengingatkan, mitigasi tidak akan efektif tanpa kesadaran penuh dari masyarakat untuk tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar.

"Tim gabungan masih terus melakukan pemantauan terhadap lokasi dan titik-titik yang berpotensi menimbulkan api kembali. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan. Apabila menemukan adanya titik api, segera laporkan agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin," kata Mansyur.

Hingga berita ini diturunkan, personel gabungan masih disiagakan di sekitar lokasi Desa Palemraya guna memastikan tidak ada gejolak api baru di tengah angin malam yang fluktuatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....