Petani Banyuasin Manfaatkan Musim Kemarau untuk Tanam Jagung

  • 06 Agt 2026 13:31 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Petani Jalur 13 Desa Timbul Jaya Banyuasin memanfaatkan jeda musim tanam padi dengan menanam jagung sebagai strategi adaptasi terhadap kemarau.
  • Musim tanam padi di wilayah tersebut dimulai pada September hingga Oktober, sedangkan penyemaian bibit padi biasanya dilakukan akhir Oktober sampai awal November.
  • Pola tanam jagung di jeda musim padi dinilai lebih sesuai dan menguntungkan menghadapi kondisi iklim kering saat ini.

RRI.CO.ID, Banyuasin - Musim kemarau mendorong petani di Jalur 13 Desa Timbul Jaya, Kabupaten Banyuasin, mengubah pola tanam dengan memanfaatkan lahan untuk budidaya jagung. Strategi tersebut menjadi alternatif menjaga produktivitas lahan sekaligus mempertahankan pendapatan sebelum musim tanam padi kembali dimulai.

Pola tanam itu diterapkan karena musim tanam padi di wilayah tersebut baru diperkirakan berlangsung pada September hingga Oktober 2026. Sementara penyemaian benih padi umumnya dilakukan pada akhir Oktober hingga awal November.

Petani setempat, Muhammad Farid, mengatakan jagung dipilih setelah uji coba pola tanam padi indeks pertanaman 200 (IP200) tidak memberikan hasil yang diharapkan. Kondisi tersebut membuat petani mencari komoditas yang lebih sesuai dengan karakter lahan saat musim kemarau.

"Kami sudah beberapa kali mencoba pola tanam padi IP200, tetapi hasilnya tidak pernah berhasil. Saat beralih menanam jagung, hasilnya justru jauh lebih baik," ujarnya, Minggu, 2 Agustus 2026.

Menurut Farid, jagung mampu memberikan hasil panen yang cukup baik sehingga menjadi sumber pendapatan selama menunggu musim tanam padi berikutnya. Lahan yang semula dibiarkan kosong kini tetap produktif dan memberikan nilai ekonomi bagi keluarga petani.

"Daripada lahan kosong menunggu musim tanam padi, kami memilih menanam jagung. Hasilnya lumayan untuk menambah penghasilan," katanya.

Rukun Warga Desa Timbul Jaya, Toat Sukri, membenarkan sebagian besar petani di wilayah tersebut menerapkan pola tanam serupa setiap musim kemarau. Menurutnya, jagung telah menjadi tanaman sela yang rutin dibudidayakan sebelum memasuki musim tanam padi.

"Petani di sini sudah terbiasa menanam jagung saat musim kemarau. Setelah itu, lahan kembali dipersiapkan untuk musim tanam padi," ujarnya.

Ia menjelaskan pola tanam tersebut membantu menjaga aktivitas pertanian tetap berjalan sepanjang tahun. Selain meningkatkan pemanfaatan lahan, hasil panen jagung juga menjadi penopang ekonomi masyarakat selama masa jeda tanam padi.

Masyarakat berharap kondisi cuaca mendukung keberhasilan panen jagung sekaligus memperlancar musim tanam padi mendatang. Petani juga berharap pola tanam bergilir tersebut terus menjadi solusi untuk menjaga produktivitas pertanian di wilayah Banyuasin.

Laporan Ayu Siti Fatimah mahasiswa magang Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....