Pemkot Palembang Perkuat Literasi Digital untuk Lindungi Perempuan

  • 06 Agt 2026 13:27 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Palembang menyelenggarakan pelatihan literasi digital perempuan untuk mencegah Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) melalui acara di Ruang Parameswara pada 5 Agustus 2026.
  • Kegiatan pelatihan melibatkan berbagai unsur perempuan dan dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Palembang Dewi Sastrani serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang.
  • Pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan perempuan dalam memanfaatkan teknologi secara aman dan bertanggung jawab untuk melindungi diri dari ancaman kekerasan digital.

RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Kota Palembang memperkuat literasi digital perempuan sebagai upaya mencegah Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang kian meningkat seiring berkembangnya penggunaan media digital. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan perempuan melindungi diri sekaligus menciptakan ruang digital yang lebih aman.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan literasi digital yang berlangsung di Ruang Parameswara, Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti berbagai unsur perempuan dan dihadiri Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang.

Pelatihan memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan berbasis gender di ruang digital, mulai dari langkah pencegahan hingga mekanisme perlindungan dan penanganan korban. Peserta juga dibekali cara memanfaatkan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, mengatakan perempuan perlu memiliki kemampuan literasi digital yang memadai agar mampu menghadapi berbagai tantangan di ruang siber. Menurutnya, pemahaman tersebut menjadi bekal penting untuk melindungi diri dari berbagai bentuk penyalahgunaan teknologi.

"Dengan literasi digital yang baik, perempuan tidak hanya terlindungi, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan ruang digital yang sehat," ujarnya.

Dewi menjelaskan meningkatnya penggunaan media sosial dan berbagai platform digital turut meningkatkan potensi terjadinya kekerasan berbasis gender secara daring. Kondisi tersebut menjadikan perempuan sebagai salah satu kelompok yang membutuhkan penguatan kapasitas dalam memanfaatkan teknologi.

"Seiring meningkatnya penggunaan media sosial dan platform digital, perempuan menjadi salah satu kelompok yang paling rentan menjadi korban KBGO. Karena itu, penguatan literasi digital menjadi kebutuhan yang sangat penting," ujarnya.

Pemerintah Kota Palembang menilai edukasi literasi digital harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami hak, keamanan, serta etika dalam menggunakan ruang digital. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menekan risiko kekerasan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan di dunia maya.

Ke depan, pelatihan serupa direncanakan diperluas hingga tingkat kecamatan dan kelurahan di Kota Palembang. Langkah tersebut diharapkan memperluas jangkauan edukasi sehingga semakin banyak perempuan memperoleh pengetahuan mengenai pencegahan kekerasan berbasis gender secara daring.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....