Pemkot Palembang Jadikan Kampung Wisata Penggerak Ekonomi dan Destinasi Baru

  • 05 Agt 2026 19:35 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kampung wisata diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperluas destinasi wisata berbasis potensi lokal di Palembang
  • Pengembangan kawasan wisata diarahkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mendorong lahirnya kampung kreatif, inovatif, dan produktif
  • Kolaborasi lintas sektor serta pemanfaatan teknologi digital dinilai penting untuk meningkatkan daya saing kampung wisata

RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Kota Palembang mulai mengarahkan pengembangan kampung wisata sebagai instrumen untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus memperluas pilihan destinasi wisata berbasis masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai mampu mengoptimalkan potensi sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang tersebar di berbagai kawasan kota.

Gagasan itu mengemuka dalam Penganugerahan Pemenang Lomba Kampung Wisata Tahun 2026 di Ballroom Hotel Aston Palembang, Selasa, 4 Agustus 2026. Staf Ahli Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Investasi Sekretariat Daerah Kota Palembang, Riza Pahlevi, hadir mewakili Wali Kota Palembang, Ratu Dewa.

Riza mengatakan, pengembangan kampung wisata tidak cukup dipahami sebagai kegiatan kompetisi antarkelurahan. Program tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membangun identitas kawasan sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi yang bertumpu pada potensi masyarakat.

"Lomba Kampung Wisata bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melahirkan kampung-kampung kreatif, inovatif, dan produktif," ujarnya.

Menurut Riza, Palembang memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan wisata berbasis komunitas karena didukung kekayaan sejarah, budaya, dan tradisi yang tersebar di 18 kecamatan dan 107 kelurahan. Potensi tersebut perlu dikemas menjadi produk wisata yang memiliki nilai ekonomi tanpa menghilangkan karakter lokal.

Ia menilai kampung wisata dapat berkembang menjadi destinasi alternatif yang memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Aktivitas ekonomi yang tumbuh tidak hanya berasal dari sektor pariwisata, tetapi juga industri kreatif, kuliner, kerajinan, dan usaha mikro di kawasan tersebut.

"Kampung wisata harus mampu berkembang menjadi destinasi yang membuat wisatawan tinggal lebih lama sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga ekonomi kreatif, kuliner, kerajinan, hingga UMKM," ujarnya.

Pengembangan kampung wisata, lanjutnya, membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan agar setiap kawasan mampu berkembang secara berkelanjutan dengan tetap menjaga nilai budaya yang menjadi identitasnya.

Pemanfaatan teknologi digital juga dinilai menjadi bagian penting dalam memperluas promosi destinasi. Melalui promosi yang lebih efektif, kampung wisata diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing pariwisata Kota Palembang.

Pengembangan kampung wisata dipandang sebagai salah satu strategi diversifikasi sektor pariwisata daerah. Selain memperkuat identitas kota, pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....