Pemerintah Desa Gasing Gelar Rembuk Stunting

  • 01 Agt 2026 20:00 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemerintah Desa Gasing menyelenggarakan Rembuk Stunting Tahun Anggaran 2026 pada 30 Juli 2026 sebagai upaya mempercepat penurunan stunting di wilayah.
  • Kegiatan melibatkan kolaborasi lintas sektor termasuk camat, ketua TP PKK, perangkat desa, tenaga kesehatan, kader, dan mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.
  • Keterlibatan berbagai unsur pemangku kepentingan dinilai penting agar penanganan stunting tidak dilakukan secara parsial dan efektif.

RRI.Co.ID, Banyuasin – Pemerintah Desa Gasing memperkuat sinergi lintas sektor melalui Rembuk Stunting Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya mempercepat penurunan stunting di wilayah tersebut. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Gasing, Kamis, 30 Juli 2026, menjadi forum untuk menyusun langkah bersama dalam pencegahan dan penanganan stunting.

Rembuk tersebut dihadiri Camat Talang Kelapa Salinan, Ketua TP PKK Kecamatan Talang Kelapa, Masdiyanawati perangkat desa, tenaga kesehatan, kader, mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, serta sejumlah pemangku kepentingan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut dinilai penting agar penanganan stunting tidak dilakukan secara parsial.

Camat Talang Kelapa,Salinan mengatakan, penurunan stunting membutuhkan kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dunia pendidikan, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan persoalan yang dihadapi keluarga, terutama yang memiliki ibu hamil dan balita, dapat ditangani secara tepat.

"Penurunan stunting membutuhkan komitmen dan kerja sama semua pihak," ujar Salinan, Jumat, 31 Juli 2026.

Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan stunting di Desa Gasing. Pembahasan diarahkan untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat serta menentukan langkah yang dapat dilakukan secara bersama-sama.

Rembuk Stunting juga menjadi ruang untuk menyamakan persepsi antarpemangku kepentingan. Dengan koordinasi yang lebih terarah, pelaksanaan program diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri dan dapat menyentuh keluarga yang membutuhkan.

Salinan menilai keberadaan kader dan tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung upaya tersebut. Selain memberikan pendampingan, mereka dapat membantu pemerintah desa mengenali kondisi masyarakat serta mendorong keluarga untuk memperhatikan kesehatan dan tumbuh kembang anak.

"Setiap program harus diarahkan agar tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat," katanya.

Pemerintah Desa Gasing berharap hasil rembuk dapat menjadi dasar penguatan program pencegahan stunting sepanjang 2026. Peran aktif masyarakat juga diperlukan, terutama dalam mendukung pemenuhan kebutuhan kesehatan ibu hamil, balita, serta keluarga yang memiliki risiko stunting.

Melalui sinergi yang dibangun dalam Rembuk Stunting, Desa Gasing menargetkan upaya percepatan penurunan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....