Gelar Opsnal Polda Sumsel Perkuat Deteksi Dini dan Strategi Pengamanan

  • 31 Jul 2026 17:19 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kapolda Sumatera Selatan menegaskan komitmen memperkuat transformasi menuju era baru policing yang mengedepankan pencegahan kejahatan, pengambilan keputusan berbasis data, dan penguatan kepercayaan publik.
  • Gelar Operasional Analisa dan Evaluasi Situasi Kamtibmas Triwulan II Tahun Anggaran 2026 diselenggarakan di Mapolres Pagar Alam dan diikuti oleh seluruh pejabat utama Polda Sumsel, kapolres jajaran, serta kepala satuan kerja.
  • Forum evaluasi mencakup perkembangan situasi kamtibmas, penanganan tindak pidana, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, program ketahanan pangan, serta penguatan publikasi melalui SPIT Media Hub dan Polri TV.

RRI.CO.ID, Palembang - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menegaskan komitmennya memperkuat transformasi menuju era baru policing yang mengedepankan pencegahan kejahatan, pengambilan keputusan berbasis data, serta penguatan kepercayaan publik. Komitmen tersebut disampaikan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Sandi Nugroho saat memimpin Gelar Operasional Analisa dan Evaluasi Situasi Kamtibmas Triwulan II Tahun Anggaran 2026 di Mapolres Pagar Alam, Kamis 30 Juli 2026.

Gelar Operasional diikuti para Pejabat Utama Polda Sumsel, seluruh kapolres jajaran, serta kepala satuan kerja secara langsung maupun virtual. Forum tersebut menjadi sarana evaluasi kinerja seluruh fungsi kepolisian sekaligus menyusun strategi pengamanan menghadapi dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat pada Triwulan III Tahun 2026. Evaluasi mencakup perkembangan situasi kamtibmas, penanganan tindak pidana, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, program ketahanan pangan, pembangunan Jembatan Merah Putih, Program Belida, hingga penguatan publikasi melalui SPIT Media Hub dan Polri TV.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi, Polda Sumsel mencatat penanganan 7.572 kasus tindak pidana sepanjang Triwulan II Tahun 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.392 perkara berhasil diselesaikan atau mencapai 58 persen. Angka itu meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang berada di kisaran 37,55 persen. Adapun gangguan kamtibmas yang masih mendominasi meliputi pencurian dengan pemberatan, penyalahgunaan narkoba, pencurian kendaraan bermotor, dan pencurian dengan kekerasan.

Kapolda Sumsel menegaskan paradigma keberhasilan Polri kini tidak hanya diukur dari banyaknya perkara yang berhasil diungkap, tetapi juga dari kemampuan mencegah kejahatan sebelum terjadi. Karena itu, seluruh jajaran diminta memperkuat fungsi preemtif dan preventif, mengoptimalkan deteksi dini, serta memanfaatkan data sebagai dasar penyusunan kebijakan agar setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak awal.

"Paradigma keberhasilan Polri kini tidak hanya diukur dari banyaknya perkara yang berhasil diungkap, tetapi juga dari kemampuan mencegah kejahatan sebelum terjadi. Karena itu, seluruh jajaran diminta memperkuat fungsi preemtif dan preventif, mengoptimalkan deteksi dini, serta memanfaatkan data sebagai dasar penyusunan kebijakan agar setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak awal," ujar Irjen Pol. Sandi Nugroho.

Selain membahas situasi kamtibmas, Kapolda juga memaparkan capaian sejumlah program prioritas. Luas kebakaran hutan dan lahan berhasil ditekan sekitar 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, realisasi program ketahanan pangan telah mencapai 86,31 persen dari total potensi lahan. Pada Program Jembatan Merah Putih, sebanyak 74 unit telah selesai dibangun dari target 81 unit, sedangkan Program Belida telah dilaksanakan di 4.873 titik dengan melibatkan hampir 90 ribu personel gabungan Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kapolda meminta seluruh satuan kerja dan satuan wilayah yang belum mencapai target agar mempercepat pelaksanaan program. Ia menekankan pentingnya memperluas titik kegiatan, meningkatkan pelibatan personel, serta memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sementara itu, Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso mengatakan seluruh data yang dipaparkan dalam Gelar Operasional merupakan hasil pemutakhiran berkelanjutan dari tingkat polsek, polres, hingga Polda sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat sasaran.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya menyatakan arahan Kapolda menjadi pedoman bagi seluruh jajaran dalam membangun budaya kerja yang profesional, transparan, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Melalui Gelar Operasional Triwulan II Tahun Anggaran 2026, Polda Sumsel menegaskan komitmennya menghadirkan institusi kepolisian yang Presisi, modern, dan dipercaya masyarakat melalui penguatan pencegahan kejahatan, sistem berbasis data, deteksi dini, serta keterbukaan informasi untuk menjaga stabilitas kamtibmas di Sumatera Selatan.

"Arahan Kapolda menjadi pedoman bagi seluruh jajaran dalam membangun budaya kerja yang profesional, transparan, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,"tutur Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....