Pemkot dan Kodam II Sriwijaya Matangkan Revitalisasi Bastion BKB
- 27 Jul 2026 23:13 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemerintah Kota Palembang memfinalisasi rencana revitalisasi Bastion Benteng Kuto Besak sebagai kawasan wisata sejarah.
- Revitalisasi dilakukan dengan melibatkan Balai Pelestarian Kebudayaan dan Tim Ahli Cagar Budaya untuk menjaga keaslian bangunan.
- Pemerintah menargetkan revitalisasi Bastion Benteng Kuto Besak dapat diselesaikan pada tahun 2026.
RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Kota Palembang mematangkan rencana revitalisasi Bastion Benteng Kuto Besak (BKB) melalui rapat finalisasi di Ruang Rapat II Sekretariat Daerah Kota Palembang, Senin, 27 Juli 2026. Revitalisasi dilakukan untuk membuka kawasan bastion sebagai destinasi wisata sejarah dengan tetap menjaga keaslian bangunan cagar budaya.
Rapat dipimpin Asisten I Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin. Menurutnya, revitalisasi merupakan tindak lanjut kerja sama antara Wali Kota Palembang dan Pangdam II/Sriwijaya yang telah dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama Teknis (PKS-T) antara Kodam II/Sriwijaya dan Dinas Pariwisata.
Kerja sama tersebut bertujuan menata dan membuka area bagian dalam Bastion Benteng Kuto Besak agar dapat diakses masyarakat. Kawasan itu nantinya diharapkan menjadi ruang wisata sejarah yang edukatif dan menarik.
Sebagai dasar pelaksanaan, Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kebudayaan telah menyusun dokumen Detail Engineering Design (DED). Dokumen tersebut akan menjadi acuan teknis dalam proses penataan kawasan.
Sulaiman menegaskan seluruh tahapan revitalisasi harus dilakukan secara hati-hati karena Benteng Kuto Besak merupakan bangunan cagar budaya nasional. Menurutnya, pelestarian nilai sejarah menjadi prioritas utama dalam setiap pekerjaan.
Untuk memastikan proses berjalan sesuai kaidah pelestarian, Pemerintah Kota Palembang menggandeng Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) dan Tim Ahli Cagar Budaya. Keterlibatan para ahli diharapkan mampu menjaga keaslian bangunan selama revitalisasi berlangsung.
"Dan kita telah mendatangkan tim ahli pelestarian yakni Dr. Kriswandono dari Semarang. Selanjutnya DED yang kita buat akan kita review sesuai saran dan masukan dari beliau. Setelah direview tentunya akan disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan," ujarnya.
Sulaiman mengatakan Pemerintah Kota Palembang juga telah berkoordinasi dengan Kodam II/Sriwijaya. Menurutnya, Kodam memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan revitalisasi Bastion Benteng Kuto Besak.
"Kodam II/Sriwijaya juga sangat mendukung kegiatan ini," katanya.
Setelah proses peninjauan ulang DED selesai, pemerintah akan melanjutkan pekerjaan revitalisasi sesuai hasil rekomendasi tim ahli. Pemerintah Kota Palembang menargetkan penataan Bastion Benteng Kuto Besak dapat rampung pada tahun ini.
"InsyaAllah tahun ini bisa selesai sesuai dengan apa yang kita harapkan," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....